RSS
Write some words about you and your blog here

Kamis, 27 November 2008

Dasar Logika : The 1st Summary

Filsafat adalah sumber ilmu pengetahuan.
CURIOSITY adalah sifat manusia yang serba ingin mengetahui (gejala alam dan sosial).

MACAM PENGETAHUAN :
1. Ilmu Pengetahuan
a. Ilmiah
b. Logis
c. Rasio

2. Agama
a. Wahyu
b. Ilham

3. Mistis

PERBEDAAN ILMU PENGETAHUAN ILMIAH DAN NON ILMIAH :
A. IP ILMIAH :

1. Kebenarannya bersifat universal (dapat dibuktikan dimana saja, kapan saja dan oleh siapapun).
2. Objektif, terukur dan metodis.

B. IP NON ILMIAH :
1. Kebenarannya bersifat lokal/setempat (terbatas ditempat itu saja).
2. Subjektif, tidak terukur dan liar.

SEJARAH ILMU PENGETAHUAN

A. MASA YUNANI KUNO
1. THALES (± 600 BC)
Mengenalkan teory INDUKTIF (dari khusus ke umum).

2. SOCRATES (murid Thales)
Mengenalkan teory DIALEKTIKA (mencari kebenaran dengan tanya jawab).

3. PLATO (murid Socrates)
Mengenalkan teory DUNIA IDE / SIMBOLIK INTERAKSIONISME
Yaitu pada dasarnya hakekat dari segala sesuatu tidak terletak pada materi, melainkan pada ide yang ada pada pikiran manusia.

4. ARISTOTELES (murid Plato) --> Bapak LOGIKA
Mengenalkan teory DEDUKTIF (dari umum ke khusus).

POLA BERPIKIR MANUSIA
Kegiatan berfikir --> Pertanyaan Masalah :
1. --> Berfikir linier --> Proses logis --> Jawaban/Solusi
2. --> Berfikir lateral --> Proses kreatif --> Jawaban/Solusi

B. MASA PERTENGAHAN (Perang Salib dan kekalahan Islam)
1. Filsafat beralih ke Barat.
2. Filsafat kembali ke mitos dan dogma gereja.
3. Muncul masa kegelapan.

FAKTOR AKIBAT MASA KEGELAPAN
1. Revolusi Industri (di Inggris)
- Ditemukannya msin uap (pengganti tenaga manusia) dan terjadi industrialisasi.
2. Revolusi Kebudayaan (di Prancis)
- Raja Louis mundur, raja hanya sebagai simbol suatu negara sedangkan negara tetap dipegang oleh pemerintah. Dari kejadian tersebut terjadi peniadaan perbudakan dan manusia semua bersaudara (eternity).

LOGIKA = FILSAFAT

Arti secara ETIMOLOGI (bahasa)
“Sesuatu yang diutarakan / dipertimbangkan oleh akal dan diungkapkan melalui bahasa”.

Arti secara EPISTEMOLOGI (asal, sifat & jenis)
“Ilmu dalam lingkungan fiilsafat yang mempelajari manusia”.

Arti secara TERMINOLOGI
"Teori tentang penyimpulan yang sah".

LOGIKA <=========> BAHASA
Disatukan dengan FUNGSIONAL

FUNGSI BAHASA adalah : (please tell me if u know it, ASAP)
1. ???????
2. ???????

3 FUNGSI POKOK BAHASA : ( from http://pustaka.ut.ac.id/puslata/online.php?menu=bmpshort_detail2&ID=151 )
1. Fungsi EKSPRESIF atau EMOTIF
2. Fungsi AFEKTIF atau PRAKTIS
3. Fungsi SIMBOLIK dan LOGIK

Menurut Aristoteles kodrat manusia adalah untuk BERFIKIR.

ANIMA INTELEKTIVA = manusia yang mempunyai akal ---> level ini belum membuat manusia sadar.

ADEQUETUS = level dimana manusia mencapai kesadaran.

MACAM-MACAM ANIMA
A. ANIMA PADA TUMBUHAN
1. Anima Avegetativa (kemampuan untuk tumbuh)

B. ANIMA PADA HEWAN
1. Anima Avegetativa
2. Anima Sensitiva (kemampuan merasa, nafsu & mempunyai keinginan)

C. ANIMA PADA MANUSIA
1. Anima Avegetativa
2. Anima Sensitiva
3. Anima Intelektiva (kemampuan untuk berfikir secara rasional)

HOMORATIONALE
Sebutan untuk manusia yang mempunyai rasionalisme.

HOMOECONOMICUS
Sebutan untuk manusia yang dapat melakukan pertukaran/jual beli.

HOMOSAPIENS
Sebutan untuk manusia yang mempunyai kepandaian.

HOMOERECTUS
Sebutan untuk manusia yang mampu berjalan tegak.

OBJEK-OBJEK LOGIKA
A. OBJEK MATERIAL
(berhubungan dengan materi/bidang lapangan ilmu yang bersangkutan)
- Isi

B. OBJEK FORMAL (bagaimana objek material tersebut dipandang/berlaku)
1. Deduksi
a. Premis Mayor (luas / banyak)
b. Premis Minor (sempit / sedikit)

2. Bentuk
- Validitas

Ex:
1. Sosiologi --> OM : Manusia OF : Bagaimana manusia tersebut bernteraksi.
2. Komunikasi --> OM : Manusia OF : Bagaimana cara menyampaikan pesan.
3. Logika --> OM : Manusia OF : Bagaimana perkembangan akal budi manusia.

DEDUKSI dan INDUKSI
Faktor deduksi :

1. Premis
Yaitu proposisi yang digunakan dalam proses penyimpulan.
2. Kesimpulan
Yaitu implikasi dari sebuah premis.
3. Proposisi
Yaitu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak mungkin kedua-duanya.

3 MACAM PROPOSISI :
1. Proposisi tunggal
2. Proposisi kategorik
3. Proposisi majemuk

PERBEDAAN DEDUKSI DAN INDUKSI
A. DEDUKSI
1. Cara penyimpulan dari umum ke khusus.
2. Jumlah premis hanya ada 2 yaitu Premis Mayor dan Premis Minor.
3. Kebenarannya bersifat 100%, karena kedua premis tersebut sudah pasti benar.

B. INDUKSI
1. Cara penyimpulan dari khusus ke umum.
2. Jumlah premis bisa lebih dari 2, semakin banyak semakin bagus.
3. Kebenaran bersifat tidak 100%, karena semua premisnya hanya merupakan hasil pengamatan.

LOGIKA DAN BAHASA
TERM
adalah rangkaian simbol yang mewakili sebuah gagasan.

Jenis-jenis Term :
a. Term Universal (term yang mempunyai objek semuanya / keseluruhan).
b. Term Partikular
c. Term Singular

Jenis-jenis Term menurut REFERENSI :
a. Term Konkrit (term yang mudah dipahami. Ex: pintu, panas, mata)
b. Term Abstrak (term yang tidak mudah dipahami. Ex: demokrasi, cinta, enak)
c. Term Nihil (term yang tidak punya objek referensi sama sekali. Ex: Tuhan, malaikat, hantu, mimpi)

TERM DEFINISI
Definisi adalah rangkaian kata/kalimat yang digunakan untuk mengetahui kebenaran yang terkandung di dalam term.

KOMPONEN DEFINISI
A adalah B (A = B)
1. Definiendum (A)
2. Definien (B)

HUKUM DEFINISI
1. Definisi tidak boleh berbentuk negatif.
2. Definien tidak boleh masuk ke dalam definiendum.
3. Definiendum dan definien harus mempunyai luas / bobot pengertian yang sama (dapat dibolak-balik)

Ex:
Air adalah pelepas dahaga.


METODE PENYIMPULAN
1. Penyimpulan Langsung
Yaitu dengan cukup menggunakan 1 premis dapat dibuat 1 kesimpulan.

2. Penyimpulan Tidak Langsung
a. INDUKTIF (khusus ke umum) --> oleh Thales
b. DEDUKTIF (umum ke khusus) --> oleh Aristoteles

BENTUK-BENTUK PENYIMPULAN YANG LAIN
1. SEBAB AKIBAT

a. Kondisi Mutlak (SEBAB)
Kondisi ini harus ada (mutlak), karena jika tidak maka akibat juga tidak ada.
b. Kondisi Memadai (AKIBAT)
Kondisi yang dipengaruhi oleh kondisi mutlak.

2. METODE PERSAMAAN
Yaitu jika 2 peristiwa atau lebih mempunyai 1 faktor yang sama, maka faktor yang sama tersebut adalah SEBAB.

3. HIPOTESA
Yaitu menarik kesimpulan dengan menggunakan dugaan berdasarkan pada suatu pengamatan.
Walaupun hipotesa tidak terbukti, tapi ia menghasilkan suatu penyimpulan yang lebih benar.

SESAT FIKIR
Yaitu kesalahan dalam bernalar / menyimpulkan baik dari segi materi maupun bentuk.

2 MACAM SESAT FIKIR
1. PARALOGIS : Tidak disengaja / disadari
2. SOFISME : Disengaja / disadari

PENYEBAB SESAT FIKIR
A. KARENA KEGAGALAN ARGUMEN
1. Kegagalan karena proposisi yang keliru (premis salah).
2. Kegagalan karena kesimpulan (konklusi) yang tidak berhubungan dengan premis.

B. KARENA KEKELIRUAN RELEVANSI (kekeliruan yang diterima oleh khalayak umum)
1. ARGUMENTUM AD HOMINEM
2. ARGUMENTUM AD BACULUM
3. ARGUMENTUM AD MISERICORDIAM
4. ARGUMENTUM AD POPULUM
5. ARGUMENTUM AD IGNORANTIAM
6. ARGUMENTUM AD ELENCHI
7. PETITIO PRINCIPII
8. NON-CAUSA PRO-CAUSA

C. KESESATAN KARENA BAHASA
1. Kesesatan EKUIVOKASI
Yaitu kesesatan yang terjadi karena kata yang mempunyai 2 makna.
Ex:
1. Saya tidak bisa makan apel. 2. Setiap hari Senin saya harus apel pagi.

8 komen:

Anonim mengatakan...

makasih om...

thanks bgd iia??

Anonim mengatakan...

boleh nanya gak?
kata apa saja yang bukan merupakan term

Anonim mengatakan...

Saya sangat beruntung menemukan situs ini sebab dapat saya manfaatkan untuk "mengecek" kebenaran gagasan saya.
Saya berpendapat saat ini manusia sangat materialistik (termasuk saya) sehingga menisbikan fenomena non materi.
Terus terang backgrond pendidikan saya menjadikan saya tersibukkan dalam bidang tehnik ( mesin danlistrik)menjadikan saya "buta" terhadap ilmu lain-lainnya sehingga saya beranggapan saint (saat ini) bersifat monolistik dan mekanistik hingga seakan menisbikan ciptaan Nya yang menurut saya jauh lebih hebat dari sekedar materi.
Pada usia tujuh puluh satu tahun saya menulis fiksi berjudul Blackhole yang sangat kontroversial dan sulit dimengerti oleh pembaca sehingga saya menjelaskannya sengan menggagas sebuah teori yang tak menggunakan referensi ilmiah maupun religi ( alias ngawur) Teori itu saya namakan teori minimalis (TM).Tanpa saya ketahui/sadari TM sangat bertentangan dengan teori Hawking yang menyatakan Bh merupakan "terowongan" yang dapat digunakan untuk keluar dari Universe. Teori Hawking mendasari berbagai fiksi yang sangat laris dan merupakan book sales, mendatangkan keberuntungan bagi penulis dan penerbit.
Suatu saat Hawking meralat teorinya, hingga ada yang mengkaitkan koreksi itu ada kaitannya dengan "munculnya" TM. Anggapan itu saya sangkal, sebab antara TM dan teori Hawking tak ada kaitannya. Saya ini bukan apa-apa sedangkan Hawking adalah seorang ilmuwan klas wahit.
Ternyata TM mendapat sambutan dari pembaca/ bloger sehingga saya membuka blog tanya jawab teori minimalis.
Banyak yang mengkritisi teori saya bahkan ada yang memperingatkan saya bahwa TM itu sesat dan meminta saya mencabut dari blog saya. Saya tak bersedia mencabutnya karena ada seorang muda( ananda Sudarjanto) yang menyatakan bahwa Islam memberikan tantangan agar manusia berfikir. Saya meminta yang berkeberatan dengan TM menunjukkan dimana letak kesesatan itu dan saya bersedia mengoreksinya serta meminta maaf sebesar-besarnya.
Mulailah saya mempelajari saint dan religi lewat internet, saya heran karena ternyata gagasan saya itu telah ada dan tak menyimpang dari sejarah perkembangan peradaban manusia. Walau demikian agar tak mernjadi polemik saya menyatakan bahwa TM bukanlah saint atau religi melainkan sekedar informasi, jika bermanfaat silakan pakai, jika tak bermanfaat atau merugikan silakan masukkan ke keranjang sampah. Saya bahkan menamakan TM sebagai teori keranjang sampah.
Jika ada yang berminat silakan akses www.ibnusomowiyono.multiply.com atau langsung cari lewat google: ibnusomowiyono atau teori minimaslis atau teori keranjangsampah atau teori paralogika.
Atas tanggapan,kritik dan bahan-bahan/saran anda kami ucapkan terima kasih.

AWIN P L U R A L I S M E mengatakan...

thanks ya.. atas ilmunya.
semoga dengan mengetahui bentuk2 penalaran yang benar dan valid ini, orang tidak terjebak pada kesalahan berpikir, dan ilmu pengetahuan khususnnya diIndonesia Mengalami kemuajuan yang cukup signifikan dan tidak kalah bersaing dengan bangsa2 yang banyak menciptakan kemajuan khususnya dibidang sains.
semoga ditahun2 yang akan datang anak2 putra dan putri bangsa indonesia dapat mengukir sejarah peradaban baru dalam dunia sains.

Anonim mengatakan...

Terakhir saya secara tak sadar mengkritisi teori Quantum Mechanik dengan suatu gagasan yang kemudian dinamakan oleh seorang pembaca sebagai Teori Quantum Eteric.
Ada anggapan setiap fenomena alam semesta dapat dijelaskan lewat Quantum Mechanik atau Teori Relativitas, padahal keduanya belum dapat disatukan.
Saya mengaktualisasi Teori Eter yang telah dimasukkan dalam liang kubur dan memberikan bawah baru, yaitu menurut TM quantum adalah energi "terkecil" atau energi dasar dari energi fisika, sedangkan "eteric" adalah energi "terkecil" atau energi dasar dari energi transien.Menurut FSM: E = - x + y. Energi fisika hanya terjadi saat x = y = q (quantum atau quanta) sehingga setiap partikel yang bermasa memiliki E= 0.
Atas dasar ini saya berkesimpulan bahwa materi hanya merupakan bagian terkecil dari ciptaan Nya, sebab diluar E=0 diciptakan E#0, diantaranya adalah energi transien atau eter. Energi lainnya adalad energi terang atau energi gaib dan energi gelap atau energi metafisika yang menjadikan manusia sanggup mengakses Sub Alam Gaib yang irrasional dan Sub Alam Fikir yang rasional, disamping Sub Alam Fisika yang nyata dan Sub Alam biologis.
Dengan Peta energi saya menjelaskan bahwa Sub Alam Transien memiliki dimensi yang sangat banyak, sebab E bernilai sedikit diatas - (minus) tak berhingga (tetapi masih berhingga) dan sedikit dibawah + tak berhingga.
Kalau manusia terbelenggu dalam materialisme dan menisbikan yang non materi, maka akan ditaklukkan oleh makluk "cerdas" lainnya, misalnya iblis dan setan atau makluk yang sanggup menciptakan Alien dan UFO.

Anonim mengatakan...

TM hanya mengulas masalah energi (semu dan nyata):
1. Energi nyata terkecil dinamkan quantum. Quantum dapat merupakan gelombang, energi maupun wave. Quantum memiliki E=0 yang menyebabkan x=y=q.
Berbeda dengan TM, fisika mendapatkan q dengan membagi-bagi matter,partikel............... ibaratnya membagi-bagi sebuah bilangan, tak mungkin menghasilkan nilai nol melainkan sangat mendekati nilai nol. Hubungan antara massa dengan energi dinyatakan oleh Formula Einstein E = m*c^2 Fisika tak mengakui adanya energi semu, sedangkan TM dengan jelas menginformasikan adanya energi semu yang memiliki E#0
2. Energi semu hanya dapat dijelaskanoleh FSM, tak mungkin dijelaskan oleh formula Einstein.
Dengan FSM dapat dianalisa:
E = - x + y.
x selalu bernilai > atau = 0 demikian juga y selalu bernilai > 0 atau = 0.
Saat y = 0 , maka E = - x atau E < 0, dalam hal ini E dinamakan energi gaib, yang hanya terakses oleh batin manusia.
Saat x = 0 , maka E = y atau E > 0, dalam hal ini E dinamakan energi metafisika atau energi fikir yang hanya terakses oleh fikiran manusia.
Saat x # 0 dan Y # 0 maka:
Jika x > y akan didapat E < 0, E dinamakan energi transien yang irrasional dan hanya terakses oleh kemampuan paralogika.
Jika y > x akan didapat E > 0, E dinamakan energi rasionil yang hanya terakses oleh fikiran manusia.
Jika x = y akan didapat E = 0, E dinamakan energi nyata (ri'il) yang dapat terakses oleh peralatan pancaindra manusia atau peralatan fisika. Pada saat E = 0 akan didapatkan x = y = q = quanta atau quantum. Agar dapat terakses oleh alat pancaindra maupun peralatan fisika maka q harus # 0. (jadi massa hanya timbul jika q # 0. Saat q # 0 atau massa # 0 inilah berlaku formula Einstein E = m*c^2
Agar kedua formula (FSM dan FEI) tak membingungkan simbol energi fisika E dapat diganti dengan Q (quanta), sehingga
ada dua formula E = - x + y dan Q = m*c^2, atau E pada FSM diganti e, sehingga e = -x + y dan E = m*c^2
Manusia hanya sanggup memberika nilai matematis terhadap variable x dan y, nilai aslinya sepenuhnya berada ditangan Tuhan YME.
Formula Supernatural Som Wyn berusaha mengkaitkan antara Fisika yang menjadikan waktu sebagai perubah segala sesuatu dengan memberikan formula x = F1(t) dan Y = F2(t), ini tak bertentangan dengan Teori Minimalis.
Formula ini dapat enghubungkan antara Teori Minimalis (TM)yang sekedar merupakan informasi dengan dengan Teori Membrane (T-M) yang ilmiah.

Anonim mengatakan...

Dalam Fisika dikenal adanya matter dan anti matter yang jika berinteraksi akan terjadi annihilis, berubah menjadi gelombang elektro magnet gamma, sehingga prinsip kekekalan energi yang dinyatakan oleh mekanika quantum tetap berlaku.
Sebaliknya photon terjadi akibat interaksi gelombang gamma.
Jadi sebenarnya secara tak langsung fisika juga "mengakui" adanya energi transien dalam ujud radiasi gamma.
TM menyatakan bahwa photon terjadi karena STW mengalami fasa E=0 yang menimbulkan photon. Teori quantum eteric juga menginformasikan
adanya anti matter yang merupakan interaksi dua ECW (quantum eteric )sehingga operatornya bergeser dari perkalian menjadi penambahan hingga menghasilkan anti matter versi TM. Anti matter ini tak lain adalah graviton yang jika berinteraksi dengan matter akan terjadi annihilis, berubah menjadi energi transien yang E-nya #0, bukan hanya sekedar gelombang gamma melainkan energi transien,yang tak lain adalah eteric.
Ingin membandingkan antara: anti matter versi fisika dengan versi TM? Baca : Anti electron, anti hydrogen, dan teori quantum eteric serta Model Atom Minimalis.
Fisika sangat sulit untuk "mengisolasi" anti matter karena jika berinteraksi dengan matter akan terjadi anihilis. TM menginformasikan bahwa anti matter berhamburan di alam semesta, tetapi segera berubah menjadi eteric dan menimbulkan gaya gravitasi.

Anonim mengatakan...

Menurut TM logika adalah hubungan antara argumentasi dengan pengambilan keputusan (eksekusi) untuk diujutkan menjadi perbuatan.
Teori Paralogika menggunakan komputer sebagai model organisme dan user (termasuk programer) sebagai model spirit.
Paling tidak ada 4 jenis logika:
a. logika keyakinan, tak ada hubungan antara pengambil keputusan dengan argumentasi. Tinggal percaya atau tak percaya. Otak bagaikan cpu untuk mengeksekusi masukan. Logika keyakinan bagaikan program linier E= -x, sehingga E<0, akibatnya VE (akar E) menjadi semu (imaginer).
b. Logikan fikir: tersusun secara sistematis sehingga sangat erat hubungan antara pengambilan putusan (ekskusi yang dilakukan oleh otak sbg cpu) dengan argumentasi). Logika fikiran menggunakan program linier E=y, sehingga VE (akar E) merupakan bilangan rasional atau bilangan nyata. Jadi logika fikiran itu dapat dimanfaatkan oleh otak untuk melakukan eksekusi pada masukan yang rasional atau nyata.
c. Logika nyata: memanfaatkan program linier x=y atau E=o. Logika nyata merupakan program E=0 sehingga sangat erat kaitannya dengan msukan pancaindera dan peralatan fisika.
Dalam menghadapi kenyataan, maka logika nyata berdasar motivasi dalam berlogika. Logika nyata seorang pencuri dalam melakukan pencurian, berebda dengan logika nyata masyarakat yang barangnya dicuri. Logika nyata sangat kompleks, namun pada dasarnya dalam berlogika dimotivasi oleh kepentingan berlogika.
d. Paralogika: (para artinya mendekati logika namun bukan termasuk logika linier (E=-x, E=y atau x=y). Paralogika tak terkendali oleh kerja otak dalan kondisi sadar, namun terakses oleh otak dalam kondisi bawah sadar.) Sebagai contoh: mimpi tak terkendali oleh otak dalam kondisi sadar, namun dapat mempengaruhi kinerja otak.

Poskan Komentar

Yuk tulis komen yuk... hwhwhw