RSS
Write some words about you and your blog here
Tampilkan postingan dengan label DasLog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DasLog. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2009

Dasar Logika - Silogisme

Ketentuan :
1. Hanya ada 3 macam term, dan tidak boleh lebih (yaitu S, M dan P)
2. Minimal ada 2 premis (P1 : mayor dan P2 : minor)
2. M tidak boleh ikut di dalam kalimat konklusi / kesimpulan
3. Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif
4. P selalu berada di dalam P1 (mayor) dan S selalu berada di P2 (minor)
5. Susunan konklusi / kesimpulan harus selalu S = P (dibaca S adalah P), tidak boleh P = S (dibaca P adalah S)
6. Ke-3 term tersebut harus berupa kata / kalimat benda

RUMUS PRAMSKY

S = M = P

(Dibaca) S adalah M adalah P
Artinya ketiga term tersebut selalu dalam satu makna / arti,
atau jika ditukar tempat maka ke-3 term tersebut tetap memiliki makna yang sama.

Jadi jika harus membuat apapun SILOGISME –nya, selalu dahulukan membuat RUMUS PRAMSKY (S=M=P) atau (S adalah M adalah P), setelah ketemu baru bisa bikin P1, P2 dan K. Gampang kan …

Ex:
Orang yang bernama Pramsky (S) adalah penulis Blog ini (M) adalah cowo yang ganteng banget (P)

Coba kita tukar tempat, pasti maknanya masih nyambung / sama :
1. Cowo yang ganteng banget (P) adalah orang yang bernama Pramsky (S)
2. Cowo yang ganteng banget (P) adalah penulis Blog ini (M)
3. Penulis Blog ini (M) adalah orang yang bernama Pramsky (S)
Iya kan masih nyambung kan, :P

Jadi tinggal disusun aja P1, P2 & K –nya

P1 (hrs ada P) :
Penulis Blog ini (M) adalah cowo yang ganteng banget (P)

P2 (hrs ada S) :
Orang yang bernama Pramsky (S) adalah penulis Blog ini (M)

K (hrs selalu S=P) :
Orang yang bernama Pramsky (S) adalah cowo yang ganteng banget (P)


A. SUSUNAN SILOGISME

SUSUNAN 1
M – P
S – M
S – P

SUSUNAN 2
P – M
S – M
S – P

SUSUNAN 3
M – P
M – S
S – P

SUSUNAN 4
P – M
M – S
S – P

B. MODUS SILOGISME



C. JENIS SILOGISME
Note : (=) dibaca / diartika sebagai “adalah”

1. ENTIMEMA
P1 : M = P
P2 : S = M
K : S = P

2. POLISILOGISME
P1 : M1 = P1
P2 : S1 = M1
K1/P3 : S1/M2 = P1
P4 : S2 = S1/M2
K2 : S2 = P1

3. EPIKIREMA
P1 : M = P, karena …
P2 : S = M, karena …
K : S = P

4. HOPOTETIS
P1 : M = P, jika …
P2 : S = M
K : S = P

5. DISJUNGTIF
P1 : M = P, atau …
P2 : S = M
K : S = P

6. KUNJUNGTIF
P1 : M = P, dan …
P2 : S = M
K : S = P

Dasar Logika - Penalaran Langsung

1. KONVERSI
S = P menjadi P = S

Ketentuan (berlaku hanya untuk konversi) :
A menjadi I (positif)
Std : Semua orang cakep itu artis dari Depok
Knv : Beberapa artis dari Depok adalah orang cakep

E menjadi E (negatif)
Std : Semua bajuku itu bukan barang buatan dalam negeri
Knv : Semua barang buatan dalam negeri adalah bukan bajuku

I menjadi I (positif)
Std : Seorang temanku itu bintang idola kawula muda
Knv : Seorang bintang idola kawula muda adalah temanku

O menjadi Tidak Ada (negatif)

2. OBVERSI
(+) S = P
menjadi : S = bukan non P
Ex :
Std : Semua idolaku adalah artis terkenal
Obv : Semua idolaku adalah bukan non artis terkenal

(-) S = bukan P
menjadi : S = non P
Ex :
Std : Seorang begundal adalah bukan orang yang kukenal
Obv : Seorang begundal adalah non orang yang kukenal

3. KONTRAPOSISI
(+) S = P
menjadi : non P = non S
Ex :
Std : Seluruh pejabat teras itu adalah sahabatku
Knt : Seluruh non sahabatku adalah non pejabat teras

(-) S = bukan P
menjadi : non P = bukan non S
Ex :
Std : Banyak konglomerat adalah bukan orang yang pelit padaku
Knt : Banyak non konglomerat adalah bukan non orang yang pelit padaku

4. OPOSISI (PERLAWANAN)
Ketentuan :
Jika BENAR
Jika A (benar) : maka A (benar), E (salah), I (benar), O (salah)
Jika E (benar) : maka A (salah), E (benar), I (salah), O (benar)
Jika I (benar) : maka A (benar/salah), E (salah), I (benar), O (benar/salah)
Jika O (benar) : maka A (salah), E (benar/salah), I (benar/salah), O (benar)

Jika SALAH
Jika A (salah) : maka A (salah), E (benar/salah), I (benar/salah), O (benar)
Jika E (salah) : maka A (benar/salah), E (salah), I (benar), O (benar/salah)
Jika I (salah) : maka A (salah), E (benar), I (salah), O (benar)
Jika O (salah) : maka A (benar), E (salah), I (benar), O (salah)

CLUE!
1. Kalimatnya tidak perlu dirubah jadi proposisi standar
2. Penggolongan kalimat (masuk ke A/E/I/O) dapat dilihat dengan cara :
- Lihat perkiraan jumlah dari S (subjek), ini utk universal/partikular
- Lihat bentuk dari predikat-nya yang negatif atau positif
3. Hasil jawaban langsung ditulis sesuai dengan ketentuan diatas
4. Getow…

Ex :
Kalimat soal :
Jika benar ada teman-teman Pramsky sedang buka Blog-nya Pramsky
(kalimat ini termasuk kategori) I (benar),
mengapa bisa begitu?

- S (subjek) : “ada teman-teman Pramsky” = menjelaskan hanya beberapa teman saja / tidak semua teman Pramsky = jadi Subjeknya Partikular = I atau O

- P (predikat) : “sedang buka” = tidak ada kata tidak / bukan, jadi termasuk kalimat positif

- Sedangkan (benar) adalah dari kata ke-2 dari kalimat soal “Jika benar …”

Kalimat turunan soal Oposisi :

a. Semua orang yang buka Blog-nya Pramsky adalah teman-teman Pramsky
Jawaban :
(S = universal, P = positif) jadi kalimat diatas termasuk kategori A,
pada ketentuan I (benar) maka A (benar/salah) --> lihat di ketentuan

b. Sedikit orang yang tahu Pramsky punya Blog
Jawaban :
(S = partikular, P = positif) jadi kalimat diatas termasuk kategori I,
pada ketentuan I (benar) maka I (benar) --> lihat di ketentuan

Dasar Logika - Kelas Kosong

A (Universal Positif)
Proposisi standarnya : Semua S adalah P
Kalimatnya diubah jadi : S yang bukan P adalah kelas kosong
Rumusnya : SP_ = 0
(Sori harusnya garis bawah (underscore) berada diatas huruf P, bukan dibawah begitu ya, catet!)
Diagramnya :


E (Universal Negatif)
Proposisi standarnya : Semua S adalah bukan P
Kalimatnya diubah jadi : S yang P adalah kelas kosong
Rumusnya : SP = 0
Diagramnya :


I (Partikular Positif)
Proposisi standarnya : Beberapa S adalah P
Kalimatnya diubah jadi : S yang P adalah bukan kelas kosong
Rumusnya : SP ≠ 0
Diagramnya :


O (Partikular Negatif)
Proposisi standarnya : Beberapa S adalah bukan P
Kalimatnya diubah jadi : S yang bukan P adalah bukan kelas kosong
Rumusnya : SP_ ≠ 0
(Sori harusnya garis bawah (underscore) berada diatas huruf P, bukan dibawah begitu ya, catet!)
Diagramnya :

Jumat, 28 November 2008

DasLog : Probability

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROBABILITAS
1. JUMLAH FAKTA (JF)
Yaitu hal yang digunakan dalam persamaan (analogi) dan generalisasi.
HASIL PROBABILITAS BERBANDING LURUS
---> jika JF ˆ (naik) maka P ˆ (juga naik)
---> jika JF ˇ (turun) maka P ˇ (juga turun)

2. JUMLAH ANALOGI (JA)
Yaitu jumlah persamaan dalam suatu kondisi.
HASIL PROBABILITAS BERBANDING TERBALIK
---> jika JA ˆ (naik) maka P ˇ (jadi turun)
---> jika JA ˇ (turun) maka P ˆ (jadi naik)

3. JUMLAH DISANALOGI (JD)
Yaitu jumlah ketidaksamaan dalam sebuah kondisi.
HASIL PROBABILITAS BERBANDING LURUS
---> jika JD ˆ (naik) maka P ˆ (juga naik)
---> jika JD ˇ (turun) maka P ˇ (juga turun)

Ex:
Dalam rangka penelitian KB di Kecamatan Pamulang, dari Desa Pondok Cabe diambil 15 pasangan muda suami isteri yang berumur 25 tahun kebawah. Profesi seluruh suami adalah petani, sedangkan isteri adalah pedagang. Maka disimpulkan bahwa di Kecamatan Pamulang semua pasangan muda beranak maksimum 3 orang.

Bila diadakan perubahan berikut, probabilitas konklusi induksinya naik atau turun?
1. 15 pasangan yang diambil tidak seluruhnya dari Desa Pondok Cabe, 5 pasang dari Desa Cipayung dan 5 pasang dari Desa Ciredeu.
2. Profesi baik suami maupun isteri 15 pasang yang diambil semuanya pedagang.
3. Dari 15 pasang, 5 pasang diantaranya umur isteri 30 tahun.
4. Yang diambil tidak 15 pasang, akan tetapi 30 pasang dengan tingkat pendidikan bervariasi.

KUNCI :
1. Buat KONDISI AWAL melalui bantuan tabel sebagai bahan pertolongan (jika bingung).


2. JF adalah objek yang dianalisa (total jumlah dalam kolom FAKTA).
3. JA adalah banyaknya jumlah kolom dengan isi yang sama (lihat tabel).
4. JD adalah banyaknya jumlah perbedaan dalam baris / gabungan baris yang telah dikelompokkan.

(gembel! blog ini gak support buat bikin tabel)

JADI KALO DISIMPULKAN KONDISI AWALNYA BERUPA :
JF : 15 (lihat dikolom FAKTA/Banyaknya angka merah)
JA : 5 (lihat banyaknya lingkaran biru)
JD : 0 (tidak ada)

JAWABAN :
1.


KESIMPULAN :
JF : 15 (lihat jumlah angka merah)--> TETAP, maka P : TETAP
JA : 4 (lihat jumlah lingkaran biru)--> TURUN, maka P : NAIK
JD : 3 (lihat jumlah lingkaran merah)--> NAIK, maka P : NAIK

(naik / turunnya JF, JA & JD --> bandingkan dengan JF, JA & JD pada KONDISI AWAL)

2.


KESIMPULAN :
JF : 15 (lihat jumlah angka merah)--> TETAP, maka P : TETAP
JA : 4 (lihat jumlah lingkaran biru)--> TURUN, maka P : NAIK
JD : 0 (lihat jumlah lingkaran merah)--> TETAP, maka P : TETAP

(naik / turunnya JF, JA & JD --> bandingkan dengan JF, JA & JD pada KONDISI AWAL)

3.


KESIMPULAN :
JF : 15 (lihat jumlah angka merah)--> TETAP, maka P : TETAP
JA : 4 (lihat jumlah lingkaran biru)--> TURUN, maka P : NAIK
JD : 2 (lihat jumlah lingkaran merah)--> NAIK, maka P : NAIK

(naik / turunnya JF, JA & JD --> bandingkan dengan JF, JA & JD pada KONDISI AWAL)

4.


KESIMPULAN :
JF : 30 (lihat jumlah angka merah)--> NAIK, maka P : NAIK
JA : 5 (lihat jumlah lingkaran biru)--> TETAP, maka P : TETAP
JD : 30 (lihat jumlah lingkaran merah)--> NAIK, maka P : NAIK

(naik / turunnya JF, JA & JD --> bandingkan dengan JF, JA & JD pada KONDISI AWAL)

GUBRAKS!!!

Kamis, 27 November 2008

Dasar Logika : The 1st Summary

Filsafat adalah sumber ilmu pengetahuan.
CURIOSITY adalah sifat manusia yang serba ingin mengetahui (gejala alam dan sosial).

MACAM PENGETAHUAN :
1. Ilmu Pengetahuan
a. Ilmiah
b. Logis
c. Rasio

2. Agama
a. Wahyu
b. Ilham

3. Mistis

PERBEDAAN ILMU PENGETAHUAN ILMIAH DAN NON ILMIAH :
A. IP ILMIAH :

1. Kebenarannya bersifat universal (dapat dibuktikan dimana saja, kapan saja dan oleh siapapun).
2. Objektif, terukur dan metodis.

B. IP NON ILMIAH :
1. Kebenarannya bersifat lokal/setempat (terbatas ditempat itu saja).
2. Subjektif, tidak terukur dan liar.

SEJARAH ILMU PENGETAHUAN

A. MASA YUNANI KUNO
1. THALES (± 600 BC)
Mengenalkan teory INDUKTIF (dari khusus ke umum).

2. SOCRATES (murid Thales)
Mengenalkan teory DIALEKTIKA (mencari kebenaran dengan tanya jawab).

3. PLATO (murid Socrates)
Mengenalkan teory DUNIA IDE / SIMBOLIK INTERAKSIONISME
Yaitu pada dasarnya hakekat dari segala sesuatu tidak terletak pada materi, melainkan pada ide yang ada pada pikiran manusia.

4. ARISTOTELES (murid Plato) --> Bapak LOGIKA
Mengenalkan teory DEDUKTIF (dari umum ke khusus).

POLA BERPIKIR MANUSIA
Kegiatan berfikir --> Pertanyaan Masalah :
1. --> Berfikir linier --> Proses logis --> Jawaban/Solusi
2. --> Berfikir lateral --> Proses kreatif --> Jawaban/Solusi

B. MASA PERTENGAHAN (Perang Salib dan kekalahan Islam)
1. Filsafat beralih ke Barat.
2. Filsafat kembali ke mitos dan dogma gereja.
3. Muncul masa kegelapan.

FAKTOR AKIBAT MASA KEGELAPAN
1. Revolusi Industri (di Inggris)
- Ditemukannya msin uap (pengganti tenaga manusia) dan terjadi industrialisasi.
2. Revolusi Kebudayaan (di Prancis)
- Raja Louis mundur, raja hanya sebagai simbol suatu negara sedangkan negara tetap dipegang oleh pemerintah. Dari kejadian tersebut terjadi peniadaan perbudakan dan manusia semua bersaudara (eternity).

LOGIKA = FILSAFAT

Arti secara ETIMOLOGI (bahasa)
“Sesuatu yang diutarakan / dipertimbangkan oleh akal dan diungkapkan melalui bahasa”.

Arti secara EPISTEMOLOGI (asal, sifat & jenis)
“Ilmu dalam lingkungan fiilsafat yang mempelajari manusia”.

Arti secara TERMINOLOGI
"Teori tentang penyimpulan yang sah".

LOGIKA <=========> BAHASA
Disatukan dengan FUNGSIONAL

FUNGSI BAHASA adalah : (please tell me if u know it, ASAP)
1. ???????
2. ???????

3 FUNGSI POKOK BAHASA : ( from http://pustaka.ut.ac.id/puslata/online.php?menu=bmpshort_detail2&ID=151 )
1. Fungsi EKSPRESIF atau EMOTIF
2. Fungsi AFEKTIF atau PRAKTIS
3. Fungsi SIMBOLIK dan LOGIK

Menurut Aristoteles kodrat manusia adalah untuk BERFIKIR.

ANIMA INTELEKTIVA = manusia yang mempunyai akal ---> level ini belum membuat manusia sadar.

ADEQUETUS = level dimana manusia mencapai kesadaran.

MACAM-MACAM ANIMA
A. ANIMA PADA TUMBUHAN
1. Anima Avegetativa (kemampuan untuk tumbuh)

B. ANIMA PADA HEWAN
1. Anima Avegetativa
2. Anima Sensitiva (kemampuan merasa, nafsu & mempunyai keinginan)

C. ANIMA PADA MANUSIA
1. Anima Avegetativa
2. Anima Sensitiva
3. Anima Intelektiva (kemampuan untuk berfikir secara rasional)

HOMORATIONALE
Sebutan untuk manusia yang mempunyai rasionalisme.

HOMOECONOMICUS
Sebutan untuk manusia yang dapat melakukan pertukaran/jual beli.

HOMOSAPIENS
Sebutan untuk manusia yang mempunyai kepandaian.

HOMOERECTUS
Sebutan untuk manusia yang mampu berjalan tegak.

OBJEK-OBJEK LOGIKA
A. OBJEK MATERIAL
(berhubungan dengan materi/bidang lapangan ilmu yang bersangkutan)
- Isi

B. OBJEK FORMAL (bagaimana objek material tersebut dipandang/berlaku)
1. Deduksi
a. Premis Mayor (luas / banyak)
b. Premis Minor (sempit / sedikit)

2. Bentuk
- Validitas

Ex:
1. Sosiologi --> OM : Manusia OF : Bagaimana manusia tersebut bernteraksi.
2. Komunikasi --> OM : Manusia OF : Bagaimana cara menyampaikan pesan.
3. Logika --> OM : Manusia OF : Bagaimana perkembangan akal budi manusia.

DEDUKSI dan INDUKSI
Faktor deduksi :

1. Premis
Yaitu proposisi yang digunakan dalam proses penyimpulan.
2. Kesimpulan
Yaitu implikasi dari sebuah premis.
3. Proposisi
Yaitu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak mungkin kedua-duanya.

3 MACAM PROPOSISI :
1. Proposisi tunggal
2. Proposisi kategorik
3. Proposisi majemuk

PERBEDAAN DEDUKSI DAN INDUKSI
A. DEDUKSI
1. Cara penyimpulan dari umum ke khusus.
2. Jumlah premis hanya ada 2 yaitu Premis Mayor dan Premis Minor.
3. Kebenarannya bersifat 100%, karena kedua premis tersebut sudah pasti benar.

B. INDUKSI
1. Cara penyimpulan dari khusus ke umum.
2. Jumlah premis bisa lebih dari 2, semakin banyak semakin bagus.
3. Kebenaran bersifat tidak 100%, karena semua premisnya hanya merupakan hasil pengamatan.

LOGIKA DAN BAHASA
TERM
adalah rangkaian simbol yang mewakili sebuah gagasan.

Jenis-jenis Term :
a. Term Universal (term yang mempunyai objek semuanya / keseluruhan).
b. Term Partikular
c. Term Singular

Jenis-jenis Term menurut REFERENSI :
a. Term Konkrit (term yang mudah dipahami. Ex: pintu, panas, mata)
b. Term Abstrak (term yang tidak mudah dipahami. Ex: demokrasi, cinta, enak)
c. Term Nihil (term yang tidak punya objek referensi sama sekali. Ex: Tuhan, malaikat, hantu, mimpi)

TERM DEFINISI
Definisi adalah rangkaian kata/kalimat yang digunakan untuk mengetahui kebenaran yang terkandung di dalam term.

KOMPONEN DEFINISI
A adalah B (A = B)
1. Definiendum (A)
2. Definien (B)

HUKUM DEFINISI
1. Definisi tidak boleh berbentuk negatif.
2. Definien tidak boleh masuk ke dalam definiendum.
3. Definiendum dan definien harus mempunyai luas / bobot pengertian yang sama (dapat dibolak-balik)

Ex:
Air adalah pelepas dahaga.


METODE PENYIMPULAN
1. Penyimpulan Langsung
Yaitu dengan cukup menggunakan 1 premis dapat dibuat 1 kesimpulan.

2. Penyimpulan Tidak Langsung
a. INDUKTIF (khusus ke umum) --> oleh Thales
b. DEDUKTIF (umum ke khusus) --> oleh Aristoteles

BENTUK-BENTUK PENYIMPULAN YANG LAIN
1. SEBAB AKIBAT

a. Kondisi Mutlak (SEBAB)
Kondisi ini harus ada (mutlak), karena jika tidak maka akibat juga tidak ada.
b. Kondisi Memadai (AKIBAT)
Kondisi yang dipengaruhi oleh kondisi mutlak.

2. METODE PERSAMAAN
Yaitu jika 2 peristiwa atau lebih mempunyai 1 faktor yang sama, maka faktor yang sama tersebut adalah SEBAB.

3. HIPOTESA
Yaitu menarik kesimpulan dengan menggunakan dugaan berdasarkan pada suatu pengamatan.
Walaupun hipotesa tidak terbukti, tapi ia menghasilkan suatu penyimpulan yang lebih benar.

SESAT FIKIR
Yaitu kesalahan dalam bernalar / menyimpulkan baik dari segi materi maupun bentuk.

2 MACAM SESAT FIKIR
1. PARALOGIS : Tidak disengaja / disadari
2. SOFISME : Disengaja / disadari

PENYEBAB SESAT FIKIR
A. KARENA KEGAGALAN ARGUMEN
1. Kegagalan karena proposisi yang keliru (premis salah).
2. Kegagalan karena kesimpulan (konklusi) yang tidak berhubungan dengan premis.

B. KARENA KEKELIRUAN RELEVANSI (kekeliruan yang diterima oleh khalayak umum)
1. ARGUMENTUM AD HOMINEM
2. ARGUMENTUM AD BACULUM
3. ARGUMENTUM AD MISERICORDIAM
4. ARGUMENTUM AD POPULUM
5. ARGUMENTUM AD IGNORANTIAM
6. ARGUMENTUM AD ELENCHI
7. PETITIO PRINCIPII
8. NON-CAUSA PRO-CAUSA

C. KESESATAN KARENA BAHASA
1. Kesesatan EKUIVOKASI
Yaitu kesesatan yang terjadi karena kata yang mempunyai 2 makna.
Ex:
1. Saya tidak bisa makan apel. 2. Setiap hari Senin saya harus apel pagi.

Kamis, 20 November 2008

Proposisi Standar

Well guys, mungkin banyak yang masih bingung tentang cara merubah kalimat biasa menjadi susunan kalimat PROPOSISI STANDAR.



Sebelumnya, mungkin perlu dijelaskan apa itu PROPOSISI.
PROPOSISI adalah “pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya”.


Maksud kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.
Okay, dan ini rumus ketentuannya :



 Q  S  K  P



Keterangan :
Q : Pembilang / Jumlah
(ex: sebuah, sesuatu, beberapa, semua, sebagian, salah satu, bilangan satu s.d. tak terhingga)
Q boleh tidak ditulis, jika S (subjek) merupakan nama dan subjek yang pembilang nya sudah jelas berapa jumlahnya :
a. Nama (Pram, Endah, Ken, Missell, dll)
b. Singkatan (PBB, IMF, NATO, RCTI, ITC, NASA, dll)
c. Institusi (DPRD, Presiden RI, Menteri Keuangan RI, Trans TV, Bank Mega, Alfamart, Sampurna, Garuda Airways, dll)

S : Subjek adalah sebuah kata atau rangkaian beberapa kata untuk diterangkan atau kalimat yang dapat berdiri sendiri (tidak menggantung).

K : Kopula, ada 5 macam : Adalah, ialah, yaitu, itu, merupakan.

P : Kata benda (tidak boleh kata sifat, kata keterangan, kata kerja).


KUNCI :
Kunci dari pembentukan kalimat proposisi standar, adalah :
1. Cari P dahulu.
2. Pasang salah satu K (kopula) yang cocok (adalah, ialah, yaitu, itu atau merupakan).
3. Bentuk S (subjek) dari beberapa kata yang masih relevan dengan kalimat awalnya.
4. Cari bentuk Q – nya yang sesuai.
5. Boleh menambahkan / mengurangi beberapa kata kedalam kalimat tanpa mengurangi / merubah makna kalimat awalnya.

CONTOH-CONTOH :
1. Gedung MPR terletak 500 meter dari jembatan Semanggi.

Jawaban :
1. Cari P (kata bendanya dulu) : Gedung MPR atau Jembatan Semanggi,
2. Pasang K (kopula) yang cocok : adalah
3. Bentuk S (subjek) yang relevan : (lihat contoh)
4. Cari bentuk Q – nya yang sesuai.


Benar
a. Sebuah + gedung yang terletak 500 meter dari jembatan Semanggi + adalah + gedung MPR.

b. Sebuah + jembatan yang terletak 500 meter dari gedung MPR + adalah + jembatan Semanggi.

Salah
· 500 meter + dari jembatan Semanggi + adalah + gedung MPR.



Q benar : 500 meter
S salah : dari jembatan Semanggi à tidak bisa berdiri sendiri / ngegantung
K benar : adalah
P benar : gedung MPR


2. Anastasia sedang menyanyi.
Jawaban :
Benar
a. Seorang + Anastasia + adalah + penyanyi.


b. Anastasia + adalah + penyanyi. (Q boleh dihilangkan)


Q : Seorang
S : Anastasia (nama)
K : adalah
P : penyanyi (kata benda)
Salah
· Seorang + penyanyi + adalah + Anastasia.


Q benar : seorang
S benar : penyanyi
K benar : adalah
P benar : Anastasia


Yang memnyebabkan kalimat ini salah adalah MAKNANYA BERUBAH.
Seakan setiap orang yang meyanyi itu adalah Anastasia, Anastasia hanya hanya sebuah nama orang dan hanya ada 1.


3. Gempa bumi akan terjadi pada pukul 22.00 WIB di daerah pesisir pantai.


Jawaban :
1. Cari P (kata bendanya) dahulu : gempa bumi / pesisir pantai

2. Pasangkan K (kopula) yang cocok : adalah/yaitu
3. Bentuk S (subjek) yang relevan : (lihat contoh)
4. Cari bentuk Q – nya yang sesuai.




Benar
a. Suatu + bencana yang akan terjadi pada pukul 22.00 WIB di daerah pesisir pantai + adalah + gempa bumi.


b. Sebuah + daerah yang akan mengalami gempa bumi pada pukul 22.00 WIB + yaitu + pesisir pantai.


Salah
· Pukul 22.00 WIB + di daerah pesisir pantai yang akan terjadi + adalah + gempa bumi.


Q salah : Pukul 22.00 WIB bukan merupakan pembilang tapi keterangan waktu.
S salah : kalimatnya tidak bisa berdiri sendiri / ngegantung


Okay, mungkin segini saja penjelasan dan contoh-contoh kalimat PROPOSISI STANDAR dari gw. Semoga bisa membuka wawasan yang selama ini keganjel… ;)) Ada yang lom ngerti juga, isi aja komen yah… Gut Lak


PS
[ PramSky ]