RSS
Write some words about you and your blog here
Tampilkan postingan dengan label PengKi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PengKi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Desember 2009

Marketing Mix, Promotion Mix dan Periklanan

Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Product : produk
Price : harga
Place : distribusi
Promotion : promosi

PRODUCT
Secara luas produk didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan kepada seseorang untuk memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan.

Dua jenis produk :
Tangible (berwujud) : mobil, minuman ringan,  pesawat televisi dll
Intangible (tak berwujud) : pendidikan, telekomunikasi, service hotel,  dll

PRODUCT LIFE CYCLE (PLC)
1. Masa Perkenalan (introduction)
Periode pertumbuhan penjualan  lambat karena produk baru saja diperkenalkan di masyarakat.
Biaya yang sangat tinggi dapat membuat produk tidak menghasilkan laba sama sekali.
Kegiatan periklanan ditekankan untuk menciptakan brand awaraness dengan frekuensi yang lebih tinggi.
Dibutuhkan stimuli agar calon konsumen mencoba produk yang ditawarkan.

2. Masa Pertumbuhan (growth)
Pasar dengan cepat menerima produk baru sehingga penjualan mulai melonjak dan menghasilkan laba yang besar.
Persaingan akan semakin ketat mengingat produk kompetitor akan meningkatkan frekuensi periklanan.
Pada tahap ini kegiatan periklanan dimaksudkan untuk  memperkuat positioning dan brand identification.

3. Masa Kedewasaan (maturity)
Periode di mana pertumbuhan penjualan mulai menurun karena produk sudah bisa diterima oleh sebagian besar pembeli potensial.
Jumlah keuntungan mantap dan stabil.
Jika telah melewati titik peak maka akan ada penurunan yang disebabkan oleh meningkatnya biaya pemasaran untuk melawan persaingan yang ketat.
Kegiatan periklanan diperlukan untuk memperkuat loyalitas konsumen yang mulai berkurang.

4. Masa Penurunan (decline)
Dalam periode ini penjualan  menurun dengan tajam diikuti dengan menyusutnya laba.
Produk yang tersedia sulit untuk dipasarkan.
Pada tahap ini strategi periklanan perlu dirombak untuk meningkatkan kembali penjualan, atau bisa juga dikurangi untuk selanjutnya dihentikan sama sekali.

PRICE
Price atau harga merupakan variable pada marketing mix yang mengacu pada apa yang harus diberikan konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa yang biasanya menggunakan nilai uang.

Tiga faktor penentu tinggi rendahnya harga dan saling berkaitan adalah :
1.Kualitas produk
2.Tingkat persaingan
3.Kegiatan promosi yang dilakukan

PLACE

Rumusan dalam menentukan distribusi mencakup banyak hal mulai dari memilih, mengelola, memberikan motivasi kepada distributor, pedagang besar, hingga pengecer yang membantu perusahaan menyediakan barang atau jasa kepada konsumen.

Biasanya pihak perantara ini disebut sebagai pihak yang menjual kembali (reseller), serta memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan program pemasaran suatu perusahaan.

Dalam menentukan strategi distribusi hendaknya mempertimbangkan tujuan komunikasi serta efek dari pemilihan saluran terhadap program komunikasi pemasaran.

PROMOTION
Promotion Mix (Bauran Promosi) meliputi :
1.Advertising : periklanan
2.Sales Promotion : promosi penjualan
3.Persolan Selling : penjualan  personal
4.Publicity : publisitas

ADVERTISING
Secara sederhana periklanan merupakan suatu bentuk presentasi nonpersonal atau massal dan promosi ide, barang dan jasa dalam media massa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.

Pendapat lain dikemukakan Kotler dan Armstrong, bahwa periklanan merupakan setiap bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi mengenai gagasan, barang atau jasa oleh sponsor yang teridentifikasi.

Sifat-sSifat Umum Periklanan :
Presentasi umum
Periklanan adalah cara berkomunikasi yang sangat umum. Sifat umum ini memberi semacam keabsahan produk dan penawaran yang terstandarisasi.
Tersebar luas
Periklanan adalah medium berdaya sebar luas yang memungkinkan pemasar mengulang satu pesan berulang kali. Iklan juga memungkinkan pembeli menerima dan membandingkan pesan berbagai pesaing.
Ekspresi yang lebih kuat
Periklanan memberi peluang untuk mendramatisasi perusahaan dan produknya melalui penggunaan cetakan, suara, dan warna penuh seni.
Tidak bersifat pribadi
Audiens tidak merasa wajib memperhatikan atau menanggapi. Iklan hanya mampu melakukan tugas yang bersifat monolog, bukan dialog.

Fungsi Utama Iklan :
1.Informative
Menginformasikan khalayak mengenai seluk beluk produk. 
2.Persuading
Mempengaruhi khalayak untuk membeli.
3.Reminding
Menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak.
4.Entertainment
Menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak menerima dan mencerna informasi (entertainment).

Respon yang diberikan khalayak salah satunya dapat diketahui melalui model AIDA :
Attention
Interest
Desired
Action

SALES PROMOTION
Jenis lain dari kegiatan promosi adalah promosi penjualan yang memiliki ciri persuasive langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.

Promosi penjualan memiliki tujuan yang dapat dibagi menjadi dua ;
1.Tujuan terhadap konsumen untuk bisa mendorong melakukan pembelian, menciptakan percobaan produk diantara orang yang bukan pemakai dan menarik orang yang sering berganti merek.
2.Terhadap pengecer, membujuk pengecer agar mau menjual produk-produk baru dan menyimpan persediaan yang lebih tinggi.

Secara umum tujuan promosi penjualan adalah:
1.  Meningkatkan permintaan dari para pemakai industrial dan/atau konsumen akhir.
2.  Meningkatkan kinerja pemasaran perantara.
3.  Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan.

PERSONAL SELLING
Pada penjualan perorangan terjadi komunikasi pribadi secara langsung antara penjual dan pembeli, dimana penjual dapat membujuk, mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian produk yang ditawarkan.

Media yang digunakan antara lain: presentasi, penjualan, pameran dagang dan lain-lain.

Penjualan perorangan memiliki beberapa kelebihan antara lain:
Konfrontasi personal,
Penjualan personal mencakup hubungan yang hidup, langsung dan interaktif antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak dapat melihat kebutuhan dan karakteristik pihak lain secara lebih dekat dan segera melakukan penyesuaian.
Mempererat.
Penjualan personal memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungan mulai dari hubungan penjualan sampai kehubungan persahabatan.
Tanggapan.
Penjualan personal membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengarkan wiraniaga penjual.

PUBLICITY
Publisitas merupakan stimulasi nonpersonal terhadap permintaan barang, jasa, ide dan sebagainya dengan berita komersial yang berarti dalam media massa dan tidak dibayar untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.

Secara singkat, dapat disimpulkan bahwa publisitas adalah kegiatan-kegiatan komunikasi yang bertujuan menciptakan pemahaman melalui pengetahuan, membina hubungan yang baik dengan berbagai khalayak dan menumbuh kembangkan citra yang positif.

3 FAKTOR DAYA TARIK HUMAS DAN PUBLICITY :
1.Kredibilitas yang tinggi. Berita dan gambar lebih otentik dan dapat dipercaya oleh pembaca dibandingkan dengan iklan.
2.Kemampuan menangkap pembeli yang tidak menduga. Humas dapat menjangkau banyak calon pembeli yang cenderung menghindari wiraniaga dan iklan.
3.Dramatisasi. Seperti halnya periklanan, humas memiliki kemampuan untuk mendramatisasi suatu perusahaan atau produk.

ADVERTISING MIX
1. Media
2. Kreatif

MEDIA
Above The Line (ATL) dan
Below The Line (BTL).

ATL menurut Frank Jeffkins  merupakan media yang berhak mengatur pengakuan dan pembayaran komisi kepada biro-biro iklan.

BTL tidak memberikannya. Artinya, biro iklan tidak berhak menerima komisi dari biaya operasional dari media-media BTL.

Perbedaan lainnya terletak pada sifat media itu sendiri.
Sifat ATL merupakan media ‘tak langsung’ yang mengenai audience, karena sifatnya yang terbatas pada penerimaan audience. Media ATL, antara lain: Surat kabar, Majalah, Televisi, Radio, Media luar ruang (outdoor), Bioskop, dll.

Sedangkan sifat BTL media yang ‘langsung’ mengena pada audience karena sifatnya yang memudahkan audience langsung mencerap satu produk/pesan saja. Media BTL, antara lain: directmail, katalog, Point of Purchase, pameran, brosur, dll.

Dalam pemilihan media periklanan kita mengenai istilah media primer atau media yang diutamakan dalam sebuah kampanye iklan.

Media sekunder atau media-media yang sifatnya menunjang atau melengkapi. Televisi bisa menjadi media sekunder bila ternyata brosur lebih efektif dijadikan media primer, begitu juga sebaliknya.

KREATIF
Ketika kita mengembangkan strategi kreatif iklan, maka kita akan merumuskan - how to say - nya sebuah pesan periklanan atau cara yang dilakukan untuk mengkomunikasikan pesan iklan - what to say - kepada audiens.

Pendekatan dalam iklan :
1.Plesetan

Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevansinya. Relevansi dalam konteks ini mengacu pada kata aslinya yang kemudian diplesetkan.
2.Visual produk
Penggantian sebuah visual dengan visual lainnya. Mengganti secara keseluruhan, ukurannya atau salah satu elemen.
3. Headline atau tipografi
Visual berbentuk susunan kata dari headline atau tipografi yang memuat makna tertentu.
4. Logo
Menjadikan elemen logo sebagai sumber ide dalam menyampaikan pesan periklanan.
5. Makna ganda
Sebuah simbol yang dihadirkan untuk mewakili dua benda atau dua hal sekaligus.
6.Tokoh sebagai endorser
Penggunaan orang terutama yang menjadi publik figur dalam penyampaian pesan.
7. Sex
Mengarahkan fikiran konsumen pada hal-hal yang sensual.
8. Fungsi produk
Memindahkan fungsi dari suatu produk pada hal yang bersifat positif untuk menambah dramatisasi dari benefit produk tersebut.

Jenis, Tujuan, dan Manfaat Iklan

Jenis-Jenis Iklan
Secara garis besar, iklan dapat digolongkan menjadi tujuh ketegori pokok yakni ;
1.     Iklan konsumen
2.     Iklan bisnis ke bisnis atau iklan antar bisnis
3.     Iklan perdagangan
4.     Iklan eceran
5.     Iklan keuangan
6.     Iklan langsung
7.     Iklan lowongan kerja


1. Iklan Konsumen (Consumer Advertising)
1.Barang konsumen (consumer goods) seperti bahan   makanan, shampoo, sabun dan sebagainya.
2.Barang tahan lama (durable goods), misalnya bangunan tempat tinggal, mobil, perhiasan, dan sebagainya.

Media yang paling cocok : surat kabar, majalah, televisi,
 radio dan sebagainya.

2. Iklan Antar Bisnis
Kegunaan iklan antar bisnis adalah mempromosikan barang-barang dan jasa non-konsumen. Artinya, baik pemasang maupun sasaran iklan sama-sama perusahaan.
Produk yang diiklankan adalah barang antara atau yang harus diolah / menjadi unsur produksi. Termasuk di sini adalah pengiklanan bahan-bahan mentah, komponen, cuku cadang, dan aksesori-aksesori, fasilitas pabrik dan mesin, serta alat tulis kantor dan lain-lain.

Media : jurnal-jurnal perdagangan dan teknik, literatur dan katalog teknik, pameran-pameran dagang, jasa kiriman pos, serta seminar dan demonstrasi teknik.

3. Iklan Perdagangan (Trade Advertising)
Iklan perdagangan secara khusus ditujukan kepada kalangan distributor, pedagang-pedagang kulakan besar, para agen, eksportir/importir, dan para pedagang besar dan kecil. Barang-barang yang diiklankan itu adalah barang-barang untuk dijual kembali.

Media : Pameran perdagangan, yang diselenggarakan asosiasi perdagangan, yang ditujukan kepada para distributor.

4. Iklan Eceran (Retail Advertising)
Contoh yang paling mencolok adalah iklan-iklan yang dilancarkan oleh pasar swalayan atau pun toko-toko serba ada berukuran besar.
Iklan mengenai pasta gigi, produk susu, atau makanan ringan yang kita lihat di pasar swalayan yg  tidak dibuat oleh pihak pengelola pasar swalayan, melainkan oleh perusahaan yang membuat makanan /minuman itu.

5. Iklan Keuangan (Financial Advertising)
Secara umum iklan keuangan meliputi  iklan-iklan bank, jasa tabungan, asuransi, dan investasi dsb.

Media : Koran keuangan dan bisnis saja, misalnya di Bisnis Indonesia dan Investor Daily

6. Iklan  Langsung  (Direct Advertising)
Ciri khusus pada pemanfaatan media bagi iklan langsung adalah bersifat personal dan produk-produk yang diiklankan meliputi barang-barang tahan lama. Misalnya adalah penawaran produk kendaraan, tabungan, investasi, properti, pendidikan dan sebagainya.

Media-media yang digunakan pada iklan langsung antara lain surat yang buat khusus untuk dikirimkan kepada calon konsumen, pengiriman brosur, dan sejenisnya.

7. Iklan  Lowongan Kerja (Recruitment Advertising)
Iklan jenis ini bertujuan merekrut calon pegawai (seperti pegawai perusahaan swasta, pegawai negeri  atau badan-badan umum lainnya)

Media-media untuk iklan lowongan ini biasanya adalah :
- Surat kabar nasional
- Surat kabar daerah
- Terbitan-terbitan gratis iklan lowongan
- Radio dan televisi

Tujuan Periklanan
Menciptakan kesadaran pada suatu merek di dalam benak konsumen. Tanpa brand awarness yang tinggi akan sulit untuk mendapatkan pangsa pasar yang tinggi.
1.Mengkomunikasikan informasi kepada konsumen mengenai keunggulan
2.suatu merek. Manfaat ini berhubungan dengan keunggulan dari sebuah produk dibanding produk lain.
3.Mengasosiasikan suatu merek dengan perasaan serta emosi tertentu. Tujuannya, agar ada hubungan emosi antara konsumen dengan suatu merek.
4.Membuat perilaku. Artinya perilaku konsumen dapat dibentuk melalui kampanye periklanan.
5.Mengembangkan atau mengubah citra atau personalitas dari sebuah merek. Merek terkadang mengalami keterpurukan dimata konsumen.
6.Mengembangkan persepsi positif calon konsumen yang diharapkan kelak dapat menjadi pembeli potensial.
7.Mengarahkan konsumen untuk membeli produk.


Manfaat Iklan
1.Iklan memperluas alternatif bagi konsumen.
2.Iklan membantu produsen menimbulkan kepercayaan bagi konsumennya.
3.Iklan membuat orang mengenal dan selalu mengingat.

Citra Negatif Terhadap Iklan
1.Iklan bisa membuat orang membeli sesuatu yang sebetulnya tidak ia inginkan atau butuhkan.
2.Iklan mengakibatkan barang-barang menjadi lebih mahal.
3.Adanya kesan bahwa dengan  adanya iklan dapat membuat produk yang berkualitas rendah dapat dijual.
4.Adanya kesan bahwa iklan adalah pemborosan.

Definisi Periklanan

Institut Praktisi Periklanan Inggris mendefinisikan istilah periklanan sebagai berikut :
“Periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada para calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya.”`

Definisi lain mengatakan bahwa periklanan merupakan penyebaran informasi tentang suatu gagasan, barang atau jasa, untuk ‘membujuk’ orang agar berfikir, bersikap atau bertindak sesuai dengan keinginan pengiklan.

Dari batasan-batasan di atas, secara global periklanan 
mempunyai pengertian sebagai berikut :
1.    Penyebaran Informasi
2.    Penawaran gagasan, barang atau jasa
3.    Persuasi agar sesuai dengan pengiklan
4.    Non personal
5.    Sponsor yang jelas


BIAYA KEGIATAN PERIKLANAN

SATU
“Pada dasarnya biaya iklan itu nantinya akan dibayar oleh para konsumen melalu harga produk yang mereka tanggung, sama halnya  dengan biaya-biaya dalam pengadaan produk mulai dari biaya-biaya  riset dan penelitian, pembelian bahan baku, serta proses pengolahan/manufaktur dan distribusi.”

DUA
Biaya periklanan semahal apapun, akan dapat dibenarkan atas dasar dua hal;

-  Sebesar apapun biaya iklan tidak menjadi masalah selama hal itu memungkinkan para konsumen dapat memuaskan keinginan atau kebutuhannya dengan produk yang diiklankan (apalagi jika produk itu memiliki cukup banyak saingan).
-  Semahal apapun biaya-biaya iklan masih bisa diterima, selama hal itu memungkinkan pihak produsen atau pemasok memetik keuntungan.

TIGA
Secara umum, harga-harga produk justru akan lebih murah dengan adanya iklan.
Sebaliknya, tanpa iklan, harga produk justru akan lebih mahal. Karena seandainya kegiatan iklan dihentikan, maka permintaan atas produk  tadi dengan sendirinya akan turun, dan biaya produksi pun akan meningkat sehingga pada akhirnya harga produk justru akan mahal
(karena perusahaan/produsen akan mengejar keuntungan yang sama dari produk-produk yang jumlahnya lebih sedikit)

PERIKLANAN DAN PEMASARAN

Marketing Mix (Prinsip 4P) :
·  Product (produk)
·  Place (distribusi)
·  Price (harga)
·  Promotion (promosi)

Promotion Mix :
·  Advertising (periklanan)
·  Publicity (publisitas)
·  Sales Promotion (promosi penjualan)
·  Personal Selling (penjualan perorangan)

PERIKLANAN SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI

Proses komunikasi yang dijelaskan melalui formula Harold D Lasswell (1948) :
- Who? (Siapakah komunikatornya?)
- Says What? (Pesan apa yang dinyatakannya?)
- In Which Channel? (Media apa yang digunakannya?)
- To Whom? (Siapa komunikannya?)
- With What Effect? (Efek apa yang diharapkannya?)

Kajian lebih jauh mengenai pertanyaan “efek apa yang diharapkan?”, mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab dengan seksama.

-When? (Kapan dilaksanakannya?)
-How? (Bagaimana melaksanakannya?)
-Why? (Mengapa dilaksanakan
demikian?)

Masyarakat Periklanan Indonesia mempunyai rumusan tentang beberapa hal yang berhubungan dengan periklanan :

Periklanan adalah keseluruhan proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan penyampaian iklan.

Iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.

4 MACAM KEGIATAN DALAM PROSES PERIKLANAN :
1.     Penyiapan (preparation)
2.     Perencanaan (planning)
3.     Pelaksanaan (execution)
4.     Pengawasan (control)

Periklanan merupakan salah satu bentuk khusus komunikasi untuk memenuhi fungsi pemasaran.
Periklanan merupakan cara menjual melalui penyebaran informasi.

Unsur-Unsur Pokok Pada Kampanye Iklan :
1.Apa yang sebenarnya hendak dicapai melalui iklan?
2.Kapan tujuan tersebut akan dapat dicapai?
3.Apa strategi yang paling cocok untuk mencapai tujuan tersebut?

Jika strateginya sudah ada, taktik apa yang paling tepat untuk melaksanakannya? Apa gagasan kreatifnya, dan media apa yang harus digunakan ?

Sejarah Periklanan

MUNCULNYA IKLAN
Kegiatan periklanan paling sederhana dikenal pada peradaban manusia sebelum 1450 dalam bentuk “pesan berantai”.

Peradaban lisan
Manusia mulai menggunakan sarana tulisan sebagai alat penyampaian pesan.

Masa Yunani dan Romawi
Iklan mulai digunakan untuk kepentingan pemerintahan dan perdagangan.

Pada awal abad 16 dan 17

Ditampilkan iklan tentang budak belian, kuda, serta produk-produk baru seperti buku dan obat-obatan. Munculnya iklan buku dan obat- obatan ketika itu menunjukkan bahwa waktu itu orang masih memperhatikan kesehatan dan pendidikan.

Abad 18
Amerika Serika mulai mengenal iklan pada awal abad ke 18. Iklan-iklan media cetak di Amerika Serikat ketika itu ditujukan pada sasaran pembaca di Eropa yang menyebutkan adanya tanah-tanah garapan yang menantang untuk masa depan di Amerika.

Salah satu contoh iklan terbaik yang merupakan bukti sejarah yang dikenal di Amerika Serikat adalah iklan yang dimuat di Pennsylvania Evening Post edisi 6 Juli 1776. Pesan yang disampaikan, tidak lain adalah Proklamasi Kemerdekaan Amerika Serikat.

IKLAN DI TENGAH MODERNISASI
Sadar ataupun tidak, kita semua sesungguhnya adalah target dari iklan yang mengisi hampir setiap waktu dan langkah dalam berbagai sendi kehidupan.

Iklan telah merasuki seluruh bagian dari kehidupan manusia. Bukan hanya tempat-tempat milik umum, bahkan seluruh bagian tubuh kita pun sudah menjadi sasaran media iklan.

Produksi berbagai barang dan jasa secara besar-besaran mengharuskan pihak prosuden membawa dan memperkenalkannya secara aktif kepada calon konsumen dan itu sering dilakukannya melalui periklanan.

Produsen tidak bisa lagi berdiam diri menunggu datangnya pembeli.

Perkembangan dunia periklanan seiring dengan perkembangan media seperti koran-koran di kedai kopi di masa klasik pad abad ke 17 dan dimulai terbitnya biro-biro iklan pertama seperti White’ pada tahun 1800 yang menangani periklanan lotere resmi pemerintah Inggris.

Kehidupan dunia modern kita saat ini sangat tergantung kepada iklan.

Tanpa iklan, para produsen dan distributor tidak akan dapat menjual barangnya, sedangkan para pembeli tidak akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk-produk barang dan jasa yang tersedia di pasar.


PERTUMBUHAN PERIKLANAN

Memasuki era 1990 birokrasi pemerintah mulai longgar sehingga beberapa koran baru yang dimiliki pemodal kuat memasuki pasaran.

Kondisi tersebut langsung direspon oleh pengusaha-pengusaha melalui berdirinya biro-biro iklan baik dalam skala besar, menengah, maupun kecil.

Tak terkecuali biro iklan asing yang mulai merambah pasar Indonesia yang sangat besar. Hingga era 2000-an ini telah ratusan biro iklan yang menjadi anggora PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia).

Pada era 80-an, belanja iklan Indonesia dibandingkan anggota ASEAN lainnya masih sangat kecil.

Rendahnya belanja iklan per kapita di Indonesia ini mungkin disebabkan oleh regulasi pemerintah dengan menutup sama sekali iklan di pasang di televisi (TVRI) mulai tanggal 1 April 1981.

Total billing iklan pada tahun 1987 itu mencapai 270 milyar rupiah.
Media cetak sebesar 71% (koran 51% dan majalah 20%),
Papan reklame 15%,
Radio 12%
Lainnya 2%.

PERKEMBANGAN IKLAN DI INDONESIA
Iklan telah ada sejak koran beredar di Indonesia lebih dari 100 tahun yang lalu.
Sementara itu di Semarang, pada tahun 1864 sudah ada surat kabar De Locomotief yang beredar setiap hari.
Yang menarik perhatian adalah sebuah iklan yang menawarkan tempat penginapan (hotel) dari Paris.
Hal ini disebabkan oleh luasnya peredaran surat kabar terkemuka ini hingga ke Paris dan Amsterdam.
Contoh salah satu iklan pada surat kabar De Locomotief :

Grand Hotel des Pays-Bas 82, rue Lafitte, Parijs
eenig Hollandsch Hotel
Hollandsche keuken
Hollandsche courante ter lezing

NILAI EKONOMIS IKLAN DALAM PEMASARAN
Manfaat iklan yang terbesar adalah membawa pesan yang ingin disampaikan oleh produsen kepada khalayak.  Iklan menjangkau berbagai daerah yang sulit secara fisik oleh produsen melalui jenis pemasaran lainnya. Sekalipun memerlukan biaya yang secara  nomimal sangat besar jumlahnya, namun bagi produsen yang dapat memanfaatkan kreativitas dalam periklanan, strategi iklan yang tepat dapat menjadi sangat murah. Promosi dengan menggunakan media massa masih dianggap lebih ekonomis.

Contoh ; Kita memasang iklan di surat kabar Kompas
Ukuran 3 kolom x 200 mm
Biaya per mm adalah Rp 62.000,- (tarif iklan tahun 2008),
Maka biaya yang harus kita keluarkan adalah Rp 37.200.000,-.
Jika oplah surat kabar adalah 600.000 dengan rata-rata 1 surat kabar
dibaca 5 orang maka total pembaca adalah 3.000.000
Maka biaya untuk menjangkau 1 orang adalah ;  Rp 37.200.000 : 3.000.000 = Rp 12.4,-
Bandingkan dengan jika kita harus mencetak brosur sendiri serta biaya
mengedarkannya untuk menjangkau jumlah yang sama. Tentunya bisanya akan terasa membengkak sangat mahal.

Nilai ekonomis iklan ini sangat tergantung pada daya jangkau media yang digunakan serta karakteristik khalayak sasarannya.

Ada kalanya seorang pemasang iklan harus memilih untuk memasang iklan di surat kabar atau majalah yang oplahnya kecil dan total biaya yang lebih mahal, namun dapat menjangkau pasar potensial yang lebih optimal.