RSS
Write some words about you and your blog here

Kamis, 24 Desember 2009

Kaitan antara Komunikasi dan Budaya

PENGERTIAN KOMUNIKASI
Untuk pembahasan mengenai pengertian komunikasi tidak akan dijelaskan panjang lebar karena anda semua telah mendapatkan banyak sekali materi mengenai pengertian komunikasi dari beberapa matakuliah yang sudah anda ikuti.
Sebagai catatan saja bahwa dalam komunikasi terdapat unsur-unsur yang memang selalu ada ketika proses komunikasi terjadi yaitu komunikator, pesan, media, komunikan dan feedback. Unsur-unsur komunikasi ini tetap terjadi ketika KAB berlangsung. Yang perlu diingat bahwa di dalam KAB unsur tersebut ditambah satu unsur lagi yaitu konteks yang ternyata dalam KAB menjadi sangat penting pula untuk diperhatikan.

HAKEKAT KEBUDAYAAN
Kebudayaan, sebagaimana halnya dengan komunikasi, merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Bahkan mungkin karena kepopulerannya itu, kebudayaan telah diartikan secara bermacam-macam.

Batasan tentang kebudayaan memang sangat beraneka ragam tergantung dari sudut penglihatan, yang dipengaruhi oleh minat, bidang pengetahuan dan kepentingan masing-masing perumusan batasan. Tetapi dari sekian banyak batasan/rumusan/definisi kebudayaan terdapat suatu kesepakatan bahwa kebudayaan merupakan sesuatu yang dipelajari dan bahwa kebudayaan menyebabkan orang mampu untuk menyesuaikan diri dnegan lingkungan alam serta lingkungan sosialnya, dan oleh sebab itu maka kebudayaan bervariasi.
Pendidikan, bahasa, interaksi dan konteks langsung lingkungan sejak lahir mempengaruhi seseorang individu, maka perilaku seseorang merupakan hasil dari proses belajar. Yang penting adalah manusia umumnya belajar dalam konteks sosial, bukan dalam keterasingan. Oleh sebab itu kebudayaan berorientasikan kelompok. Dalam  kelompoklah, individu belajar sesuatu mengenai fenomena sosial melalui contoh-contoh perbuatan. Dengan demikian, kebudayaan menegaskan nilai-nilai dasar tentang kehidupan : apa yang baik dan apa yang buruk, apa yang harus dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan.
Individu pertama kali belajar kebudayaan dalam lingkungan keluarga. Lingkungan keluargalah yang mengajarkan (baik secara langsung maupun tidak langsung) mengenai keyakinan, adat kebiasaan dan tingkah laku melalui peniruan dari anggota keluarga lainnya. Maka individu tersebut tumbuh kembang dengan latar belakang pemahaman mengenai fenomena sosial (dunia dan kehidupannya) dari kacamata keluarganya, yang pada gilirannya mencerminkan sistem kebudayaan yang melingkupinya.

PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan merupakan pola hidup yang bersifat mencakup segalanya. Selain itu kebudayaan bersifat kompleks, abstrak dan merasuki semua aspek dan segi kehidupan.

Menurut Ruben (1984 : 302-312) menyebutkan beberapa karakteristik dari kebudayaan (dan subbudaya) yaitu :
Kompleks dan banyak segi
Tidak dapat dilihat
Berubah sejalan dengan waktu

Jika kita menganalisis dan mempelajari suatu kebudayaan, baik kebudayan kompleks dari unit masyarakat yang bedar maupun kebudayaan (atau subbudaya) dari unit hubungan kecil yang lebih akrab (seperti komunitas di penjara, lembaga pendidikan, kelompok etnis, dll) akan ditemukan sejumlah segi yang kompleks dan saling berkaitan berperan didalamnya, sehingga sangat sulit untuk mengidentifikasi dan melakukan kategorisasi (khususnya untuk unit masyarakat yang besar/luas akan banyak sekali unsur-unsur yang berperan sehingga sulit mengidentifikasi dan melakukan kategorisasi).

Dimensi yang paling mendasar dari kebudayaan adalah bahasa, adat kebiasaan, kehidupan keluarga, cara berpakaian, cara makan, struktur kelas, orientasi politik, agama, falsafah ekonomi, keyakinan dan sistem nilai.

Unsur-unsur ini tidak dapat terpisahkan satu dengan yang lain tetapi malah saling berinteraksi satu dengan yang lain sehingga terbentuklah suatu sistem kebudayaan tersendiri.
Misal, kecenderungan punya banyak anak tidak dapat dijelaskan dari segi adat kebiasaan saja tetapi dapat juga dijelaskan dari segi agama, ekonomi, kesehatan dan mungkin dari segi teknologi dari masyarakat yang bersangkutan.
Tetapi di Barat dengan perkembangan ekonomi yang cukup tinggi, mengecilnya jumlah anak dalam keluarga dipengaruhi oleh kompleksitas segi ekonomi, kondisi sosial serta sikap yang berkaitan dengan pembagian peranan sosial antara pria dan wanita. Inilah penjelasan mengenai kebudayaan itu kompleks dan banyak segi.

Kebudayaan tidak dapat dilihat. Maksudnya, keberadaan kebudayaan dalam kehidupan sedemikian tidak nyata terlihat secara fisik tetapi merasuk dalam segala segi kehidupan, sehingga tidak terperhatikan dan tidak disadari oleh masyarakat itu sendiri. Kesadaran akan eksistensi (keberadaan) kebudayaan baru muncul ketika terjadi :
  1. Anggota kebudayaan (subbudaya) melakukan pelanggaran terhadap standar-standar yang berlaku selama ini.
  2. Bertemu secara kebetulan dengan seseorang yang berasal dari kebudayaan atau subbudaya lain dan ketika terjadi interaksi terlihat adanya perbedaan tingkah laku yang selama ini dikenalnya dan dilakukannya.

PENGERTIAN KAB
Yang menjadi fokus perhatian KAB :
Proses komunikasi (interaksi) antara individu-individu atau kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaan.

KAITAN KOMUNIKASI DAN BUDAYA
Unsur-unsur pokok yang mendasari proses KAB terdiri dari 2 istilah (konsep) yaitu konsep Komunikasi dan konsep Budaya. Dengan demikian maka hubungan antara komunikasi & budaya dapat diibaratkan seperti sekeping mata uang logam, artinya jika sekeping mata uang logam dilempar maka yang akan tampak kalau tidak gambar atau angka. Demikian juga KAB, kalau tidak budaya mempengaruhi komunikasi atau komunikasi mempengaruhi budaya. Jadi antara komunikasi dan budaya tidak bisa dipisahkan, saling mempengaruhi (mempunyai hubungan timbal balik).


Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Komunikasi --> Budaya, artinya : melalui komunikasi kita membentuk  kebudayaan
Budaya --> Komunikasi, artinya : kebudayaan menentukan aturan & pola-pola komunikasi. Keseluruhan perilaku komunikasi individu     terutama tergantung pada kebudayaannya.

Penjelasan lebih lanjut sbb :
Komunikasi --> Budaya, artinya :
Jika bukan karena kemampuan manusia untuk berkomunikasi (menciptakan bahasa simbolik) tidak dapat dikembangkan pengetahuan, makna, simbol, nilai-nilai, aturan dan tata upacara yang memberikan batasan dan bentuk pada hubungan-hubungan.
Melalui komunikasi kita dapat mewariskan unsur-unsur kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya serta dari satu tempat ke tempat lain.

Budaya --> Komunikasi, artinya :
Komunikasi merupakan sarana yang dapat menjadikan individu sadar akan dan menyesuaikan diri dengan subbudaya-subbudaya atau kebudayaan asing yang dihadapinya.

Kesimpulan :
Jadi kebudayaan dirumuskan, dibentuk, ditransmisikan dan dipelajari melalui komunikasi.

TUJUAN KAB
Pada hakikatnya proses KAB bertujuan untuk :
1. Meningkatkan pengetahuan kita tentang diri kita sendiri dengan menjelaskan perilaku-perilaku komunikatif (sebagian / keseluruhan).
2. Meningkatkan pengetahuan kita tentang orang lain dan budaya lain.
3. Menjelaskan kendala-kendala dan masalah-masalah terhadap pemahaman atas proses antar budaya.
4. Meningkatkan pengetahuan kita tentang kemajuan informasi dan teknologi sehingga kita tidak salah dalam memanfaatkan informasi dan teknologi tersebut serta supaya tidak “gatek” (gagap teknologi).

KAPAN TERJADINYA KAB
Tingkat masyarakat kelompok budaya dari partisipan-partisipan komunikasi.
Konteks sosial tempat terjadinya KAB.
Saluran yang dilalui oleh pesan-pesan KAB (baik yang bersifat verbal maupun nonverbal).

TINGKATAN MASYARAKAT DALAM KELOMPOK BUDAYA
1. World regions
2. Nations
3. Ethnic/racial groups
4. Sociological groups
5. Individu

Penjelasan urutan adalah sbb :
1. World regions seperti  : budaya timur, budaya barat.
2. Nations seperti : budaya Indonesia, budaya Perancis, Budaya Malaysia.
3. Ethnic/racial groups (kelompok-kelompok etnik-ras dalam negara) seperti : budaya Cina Indonesia, budaya Amerika asia
4. Sociological groups :  macam-macam subkelompok sosiologis berdasarkan kategorisasi jenis kelamin, kelas sosial, countercultures (budaya hippie, budaya orang di penjara, budaya gelandangan).

KAB berdasarkan levels of cultural group membership dapat terjadi pada 5 tingkatan seperti dalam gambar di atas. Yang perlu dicatat adalah bahwa dalam setiap peristiwa komunikasi (fenomena/kejadian) tingkatan ini dapat terjadi sekaligus atau hanya beberapa tingkatan saja.
Contoh : A dan B adalah teman sekerja sedang bercakap-cakap mengenai acara liburan lebaran yang akan datang yang mau tidak mau mereka juga bercakap-cakap mengenai daerah asal mereka KAB yang terjadi pada tingkat individu dan juga ethnic.

KONTEKS SOSIAL TERJADINYA KAB
Bahwa KAB dapat terjadi pada konteks sosial seperti :
Teknologi - Bisnis
Pendidikan/akademik  - Politik
Organisasi - Ekonomi, dll
Jadi konteks sosial khusus tempat terjadinya KAB memberikan pada para partisipan hubungan-hubungan antar peran, ekspektasi-ekspektasi, norma-norma dan aturan-aturan tingkah laku yang khusus.

Saluran yang dilalui oleh pesan-pesan KAB (baik yang bersifat verbal maupun nonverbal), dapat dibagi atas :
interpersonal/person to person
media massa
Bersama-sama dengan 2 penjelasan di atas (Tingkat masyarakat kelompok budaya dan konteks sosial), saluran komunikasi juga mempengaruhi proses dan hasil keseluruhan dari KAB.
Contoh :  Orang indonesia menonton keadaan kehidupan di Ethiopia melalui TV akan memiliki pengalamaan yang berbeda dengan keadaan apabila ia sendiri berada disana dan melihat dengan mata kepala sendiri.
Umumnya, pengalaman komunikasi anatarpribadi dianggap memberikan dampak yang lebih mendalam daripada melalui media massa karena melalui media kurang dalam hal feedback langsung antar partisipan (melalui media massa bersifat satu arah).

MODEL KAB
Pengaruh budaya atas individu dan masalah-masalah penyandian dan penyandian balik pesan dapat dijelaskan dan digambarkan sbb :
Tiga budaya diwakili oleh 3 bentuk geometrik yang berbeda.
Budaya A (segiempat) dan
B (segi delapan tak beraturan) relatif serupa ( segi delapan tak beraturan yang hampir menyerupai segiempat).
Budaya C sangat berbeda dari budaya A dan budaya B yaitu lingkaran.
Perbedaan tersebut diperlihatkan pada bentuk melingkar budaya C yang tidak menyerupai sama sekali dengan budaya A dan budaya B, serta dan jarak fisiknya (budaya C) dari budaya A dan budaya B.

Penyandian dan penyandian balik pesan antarbudaya dilukiskan oleh panah-panah yang menghubungkan budaya-budaya itu. Panah-panah tersebut menunjukkan pengiriman pesan dari budaya yang satu ke budaya yang lainnya. Ketika pesan meninggalkan budaya dimana ia disandi, pesan itu mengandung makna yang dikehendaki oleh encoder (pengirim). Hal ini ditunjukkan oleh panah yang meninggalkan suatu budaya. Perubahan antara budaya A dan budaya B lebih kecil daripada perubahan antara budaya A dan budaya C. ini disebabkan oelh kemiripan yang lebih besar antara budaya A dan budaya B. Perbendaharaan perilaku komunikatif dan makan keduanya mirip dan usaha penyandian balik yang terjadi, oleh karenanya, menghasilkan makna yang emndekati makna yang dimaksudkan dalam penyandian pesan asli. Tetapi oleh karena budaya C tampak sangat berbeda dengan budaya A dan budaya B, penyandian baliknya juga sangat berbeda budaya dan lebih menyerupai pola budaya C.

9 komen:

Anonim mengatakan...

gokilllllllllllllll abiezzzzzzzzz...... tpi a-d gk yg lbh spsipik dri ne

Miftahul mengatakan...

good blog...

Anonim mengatakan...

membantu banget blog nya masbro,nice.

rhaffyatlarcoiris.blogspot.com mengatakan...

Mas, blognya sangat membantu sekali.Kalau bisa, tambahkan blog blog serupa lainya yang bermanfaat lagi terutama bagi pelajar..karena pribadi saya selalu haus akan informasi...

Komunikasi, Timor-Leste

Devi Nur Alifah mengatakan...

good bang ngbantu banget

MERAH PUTIH mengatakan...

kalau ada referensi akan lebih dahsyat lagi mas bro. Thx ya

MERAH PUTIH mengatakan...

kalau ada referensi akan lebih dahsyat lagi mas bro. Thx ya

Etdwyan Arrizky mengatakan...

Kasih sumber ya min

Mahasiswa IAIN Tulungagung mengatakan...

keren kakak....
gamsahamnida ilmunya :-)

Poskan Komentar

Yuk tulis komen yuk... hwhwhw