RSS
Write some words about you and your blog here

Kamis, 24 Desember 2009

Marketing Mix, Promotion Mix dan Periklanan

Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Product : produk
Price : harga
Place : distribusi
Promotion : promosi

PRODUCT
Secara luas produk didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan kepada seseorang untuk memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan.

Dua jenis produk :
Tangible (berwujud) : mobil, minuman ringan,  pesawat televisi dll
Intangible (tak berwujud) : pendidikan, telekomunikasi, service hotel,  dll

PRODUCT LIFE CYCLE (PLC)
1. Masa Perkenalan (introduction)
Periode pertumbuhan penjualan  lambat karena produk baru saja diperkenalkan di masyarakat.
Biaya yang sangat tinggi dapat membuat produk tidak menghasilkan laba sama sekali.
Kegiatan periklanan ditekankan untuk menciptakan brand awaraness dengan frekuensi yang lebih tinggi.
Dibutuhkan stimuli agar calon konsumen mencoba produk yang ditawarkan.

2. Masa Pertumbuhan (growth)
Pasar dengan cepat menerima produk baru sehingga penjualan mulai melonjak dan menghasilkan laba yang besar.
Persaingan akan semakin ketat mengingat produk kompetitor akan meningkatkan frekuensi periklanan.
Pada tahap ini kegiatan periklanan dimaksudkan untuk  memperkuat positioning dan brand identification.

3. Masa Kedewasaan (maturity)
Periode di mana pertumbuhan penjualan mulai menurun karena produk sudah bisa diterima oleh sebagian besar pembeli potensial.
Jumlah keuntungan mantap dan stabil.
Jika telah melewati titik peak maka akan ada penurunan yang disebabkan oleh meningkatnya biaya pemasaran untuk melawan persaingan yang ketat.
Kegiatan periklanan diperlukan untuk memperkuat loyalitas konsumen yang mulai berkurang.

4. Masa Penurunan (decline)
Dalam periode ini penjualan  menurun dengan tajam diikuti dengan menyusutnya laba.
Produk yang tersedia sulit untuk dipasarkan.
Pada tahap ini strategi periklanan perlu dirombak untuk meningkatkan kembali penjualan, atau bisa juga dikurangi untuk selanjutnya dihentikan sama sekali.

PRICE
Price atau harga merupakan variable pada marketing mix yang mengacu pada apa yang harus diberikan konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa yang biasanya menggunakan nilai uang.

Tiga faktor penentu tinggi rendahnya harga dan saling berkaitan adalah :
1.Kualitas produk
2.Tingkat persaingan
3.Kegiatan promosi yang dilakukan

PLACE

Rumusan dalam menentukan distribusi mencakup banyak hal mulai dari memilih, mengelola, memberikan motivasi kepada distributor, pedagang besar, hingga pengecer yang membantu perusahaan menyediakan barang atau jasa kepada konsumen.

Biasanya pihak perantara ini disebut sebagai pihak yang menjual kembali (reseller), serta memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan program pemasaran suatu perusahaan.

Dalam menentukan strategi distribusi hendaknya mempertimbangkan tujuan komunikasi serta efek dari pemilihan saluran terhadap program komunikasi pemasaran.

PROMOTION
Promotion Mix (Bauran Promosi) meliputi :
1.Advertising : periklanan
2.Sales Promotion : promosi penjualan
3.Persolan Selling : penjualan  personal
4.Publicity : publisitas

ADVERTISING
Secara sederhana periklanan merupakan suatu bentuk presentasi nonpersonal atau massal dan promosi ide, barang dan jasa dalam media massa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.

Pendapat lain dikemukakan Kotler dan Armstrong, bahwa periklanan merupakan setiap bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi mengenai gagasan, barang atau jasa oleh sponsor yang teridentifikasi.

Sifat-sSifat Umum Periklanan :
Presentasi umum
Periklanan adalah cara berkomunikasi yang sangat umum. Sifat umum ini memberi semacam keabsahan produk dan penawaran yang terstandarisasi.
Tersebar luas
Periklanan adalah medium berdaya sebar luas yang memungkinkan pemasar mengulang satu pesan berulang kali. Iklan juga memungkinkan pembeli menerima dan membandingkan pesan berbagai pesaing.
Ekspresi yang lebih kuat
Periklanan memberi peluang untuk mendramatisasi perusahaan dan produknya melalui penggunaan cetakan, suara, dan warna penuh seni.
Tidak bersifat pribadi
Audiens tidak merasa wajib memperhatikan atau menanggapi. Iklan hanya mampu melakukan tugas yang bersifat monolog, bukan dialog.

Fungsi Utama Iklan :
1.Informative
Menginformasikan khalayak mengenai seluk beluk produk. 
2.Persuading
Mempengaruhi khalayak untuk membeli.
3.Reminding
Menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak.
4.Entertainment
Menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak menerima dan mencerna informasi (entertainment).

Respon yang diberikan khalayak salah satunya dapat diketahui melalui model AIDA :
Attention
Interest
Desired
Action

SALES PROMOTION
Jenis lain dari kegiatan promosi adalah promosi penjualan yang memiliki ciri persuasive langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.

Promosi penjualan memiliki tujuan yang dapat dibagi menjadi dua ;
1.Tujuan terhadap konsumen untuk bisa mendorong melakukan pembelian, menciptakan percobaan produk diantara orang yang bukan pemakai dan menarik orang yang sering berganti merek.
2.Terhadap pengecer, membujuk pengecer agar mau menjual produk-produk baru dan menyimpan persediaan yang lebih tinggi.

Secara umum tujuan promosi penjualan adalah:
1.  Meningkatkan permintaan dari para pemakai industrial dan/atau konsumen akhir.
2.  Meningkatkan kinerja pemasaran perantara.
3.  Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan.

PERSONAL SELLING
Pada penjualan perorangan terjadi komunikasi pribadi secara langsung antara penjual dan pembeli, dimana penjual dapat membujuk, mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian produk yang ditawarkan.

Media yang digunakan antara lain: presentasi, penjualan, pameran dagang dan lain-lain.

Penjualan perorangan memiliki beberapa kelebihan antara lain:
Konfrontasi personal,
Penjualan personal mencakup hubungan yang hidup, langsung dan interaktif antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak dapat melihat kebutuhan dan karakteristik pihak lain secara lebih dekat dan segera melakukan penyesuaian.
Mempererat.
Penjualan personal memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungan mulai dari hubungan penjualan sampai kehubungan persahabatan.
Tanggapan.
Penjualan personal membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengarkan wiraniaga penjual.

PUBLICITY
Publisitas merupakan stimulasi nonpersonal terhadap permintaan barang, jasa, ide dan sebagainya dengan berita komersial yang berarti dalam media massa dan tidak dibayar untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.

Secara singkat, dapat disimpulkan bahwa publisitas adalah kegiatan-kegiatan komunikasi yang bertujuan menciptakan pemahaman melalui pengetahuan, membina hubungan yang baik dengan berbagai khalayak dan menumbuh kembangkan citra yang positif.

3 FAKTOR DAYA TARIK HUMAS DAN PUBLICITY :
1.Kredibilitas yang tinggi. Berita dan gambar lebih otentik dan dapat dipercaya oleh pembaca dibandingkan dengan iklan.
2.Kemampuan menangkap pembeli yang tidak menduga. Humas dapat menjangkau banyak calon pembeli yang cenderung menghindari wiraniaga dan iklan.
3.Dramatisasi. Seperti halnya periklanan, humas memiliki kemampuan untuk mendramatisasi suatu perusahaan atau produk.

ADVERTISING MIX
1. Media
2. Kreatif

MEDIA
Above The Line (ATL) dan
Below The Line (BTL).

ATL menurut Frank Jeffkins  merupakan media yang berhak mengatur pengakuan dan pembayaran komisi kepada biro-biro iklan.

BTL tidak memberikannya. Artinya, biro iklan tidak berhak menerima komisi dari biaya operasional dari media-media BTL.

Perbedaan lainnya terletak pada sifat media itu sendiri.
Sifat ATL merupakan media ‘tak langsung’ yang mengenai audience, karena sifatnya yang terbatas pada penerimaan audience. Media ATL, antara lain: Surat kabar, Majalah, Televisi, Radio, Media luar ruang (outdoor), Bioskop, dll.

Sedangkan sifat BTL media yang ‘langsung’ mengena pada audience karena sifatnya yang memudahkan audience langsung mencerap satu produk/pesan saja. Media BTL, antara lain: directmail, katalog, Point of Purchase, pameran, brosur, dll.

Dalam pemilihan media periklanan kita mengenai istilah media primer atau media yang diutamakan dalam sebuah kampanye iklan.

Media sekunder atau media-media yang sifatnya menunjang atau melengkapi. Televisi bisa menjadi media sekunder bila ternyata brosur lebih efektif dijadikan media primer, begitu juga sebaliknya.

KREATIF
Ketika kita mengembangkan strategi kreatif iklan, maka kita akan merumuskan - how to say - nya sebuah pesan periklanan atau cara yang dilakukan untuk mengkomunikasikan pesan iklan - what to say - kepada audiens.

Pendekatan dalam iklan :
1.Plesetan

Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevansinya. Relevansi dalam konteks ini mengacu pada kata aslinya yang kemudian diplesetkan.
2.Visual produk
Penggantian sebuah visual dengan visual lainnya. Mengganti secara keseluruhan, ukurannya atau salah satu elemen.
3. Headline atau tipografi
Visual berbentuk susunan kata dari headline atau tipografi yang memuat makna tertentu.
4. Logo
Menjadikan elemen logo sebagai sumber ide dalam menyampaikan pesan periklanan.
5. Makna ganda
Sebuah simbol yang dihadirkan untuk mewakili dua benda atau dua hal sekaligus.
6.Tokoh sebagai endorser
Penggunaan orang terutama yang menjadi publik figur dalam penyampaian pesan.
7. Sex
Mengarahkan fikiran konsumen pada hal-hal yang sensual.
8. Fungsi produk
Memindahkan fungsi dari suatu produk pada hal yang bersifat positif untuk menambah dramatisasi dari benefit produk tersebut.

5 komen:

danielzone mengatakan...

Makasih, blognya bisa buat referensi tugas akhir gw :)

aana selawase mengatakan...

makasih, blognya bisa bantu2 tugas presentasi gw:-)

Toko Green World mengatakan...

itu pendekatan dalam iklan nomor 7 gimana maksudnya? masa iya misa produk busana muslim atau peralatan bayi dikasih pendekatan yang nomor 7 sih..

Zahra Farida mengatakan...

sip, nambah-nambah materi buat tugas. :D

balmut mengatakan...

gmn ya cara menghadapi iklim bisnis yg lagi lesu, dari segi marketing spt apa...

Poskan Komentar

Yuk tulis komen yuk... hwhwhw