RSS
Write some words about you and your blog here

Kamis, 24 Desember 2009

Sejarah Periklanan

MUNCULNYA IKLAN
Kegiatan periklanan paling sederhana dikenal pada peradaban manusia sebelum 1450 dalam bentuk “pesan berantai”.

Peradaban lisan
Manusia mulai menggunakan sarana tulisan sebagai alat penyampaian pesan.

Masa Yunani dan Romawi
Iklan mulai digunakan untuk kepentingan pemerintahan dan perdagangan.

Pada awal abad 16 dan 17

Ditampilkan iklan tentang budak belian, kuda, serta produk-produk baru seperti buku dan obat-obatan. Munculnya iklan buku dan obat- obatan ketika itu menunjukkan bahwa waktu itu orang masih memperhatikan kesehatan dan pendidikan.

Abad 18
Amerika Serika mulai mengenal iklan pada awal abad ke 18. Iklan-iklan media cetak di Amerika Serikat ketika itu ditujukan pada sasaran pembaca di Eropa yang menyebutkan adanya tanah-tanah garapan yang menantang untuk masa depan di Amerika.

Salah satu contoh iklan terbaik yang merupakan bukti sejarah yang dikenal di Amerika Serikat adalah iklan yang dimuat di Pennsylvania Evening Post edisi 6 Juli 1776. Pesan yang disampaikan, tidak lain adalah Proklamasi Kemerdekaan Amerika Serikat.

IKLAN DI TENGAH MODERNISASI
Sadar ataupun tidak, kita semua sesungguhnya adalah target dari iklan yang mengisi hampir setiap waktu dan langkah dalam berbagai sendi kehidupan.

Iklan telah merasuki seluruh bagian dari kehidupan manusia. Bukan hanya tempat-tempat milik umum, bahkan seluruh bagian tubuh kita pun sudah menjadi sasaran media iklan.

Produksi berbagai barang dan jasa secara besar-besaran mengharuskan pihak prosuden membawa dan memperkenalkannya secara aktif kepada calon konsumen dan itu sering dilakukannya melalui periklanan.

Produsen tidak bisa lagi berdiam diri menunggu datangnya pembeli.

Perkembangan dunia periklanan seiring dengan perkembangan media seperti koran-koran di kedai kopi di masa klasik pad abad ke 17 dan dimulai terbitnya biro-biro iklan pertama seperti White’ pada tahun 1800 yang menangani periklanan lotere resmi pemerintah Inggris.

Kehidupan dunia modern kita saat ini sangat tergantung kepada iklan.

Tanpa iklan, para produsen dan distributor tidak akan dapat menjual barangnya, sedangkan para pembeli tidak akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk-produk barang dan jasa yang tersedia di pasar.


PERTUMBUHAN PERIKLANAN

Memasuki era 1990 birokrasi pemerintah mulai longgar sehingga beberapa koran baru yang dimiliki pemodal kuat memasuki pasaran.

Kondisi tersebut langsung direspon oleh pengusaha-pengusaha melalui berdirinya biro-biro iklan baik dalam skala besar, menengah, maupun kecil.

Tak terkecuali biro iklan asing yang mulai merambah pasar Indonesia yang sangat besar. Hingga era 2000-an ini telah ratusan biro iklan yang menjadi anggora PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia).

Pada era 80-an, belanja iklan Indonesia dibandingkan anggota ASEAN lainnya masih sangat kecil.

Rendahnya belanja iklan per kapita di Indonesia ini mungkin disebabkan oleh regulasi pemerintah dengan menutup sama sekali iklan di pasang di televisi (TVRI) mulai tanggal 1 April 1981.

Total billing iklan pada tahun 1987 itu mencapai 270 milyar rupiah.
Media cetak sebesar 71% (koran 51% dan majalah 20%),
Papan reklame 15%,
Radio 12%
Lainnya 2%.

PERKEMBANGAN IKLAN DI INDONESIA
Iklan telah ada sejak koran beredar di Indonesia lebih dari 100 tahun yang lalu.
Sementara itu di Semarang, pada tahun 1864 sudah ada surat kabar De Locomotief yang beredar setiap hari.
Yang menarik perhatian adalah sebuah iklan yang menawarkan tempat penginapan (hotel) dari Paris.
Hal ini disebabkan oleh luasnya peredaran surat kabar terkemuka ini hingga ke Paris dan Amsterdam.
Contoh salah satu iklan pada surat kabar De Locomotief :

Grand Hotel des Pays-Bas 82, rue Lafitte, Parijs
eenig Hollandsch Hotel
Hollandsche keuken
Hollandsche courante ter lezing

NILAI EKONOMIS IKLAN DALAM PEMASARAN
Manfaat iklan yang terbesar adalah membawa pesan yang ingin disampaikan oleh produsen kepada khalayak.  Iklan menjangkau berbagai daerah yang sulit secara fisik oleh produsen melalui jenis pemasaran lainnya. Sekalipun memerlukan biaya yang secara  nomimal sangat besar jumlahnya, namun bagi produsen yang dapat memanfaatkan kreativitas dalam periklanan, strategi iklan yang tepat dapat menjadi sangat murah. Promosi dengan menggunakan media massa masih dianggap lebih ekonomis.

Contoh ; Kita memasang iklan di surat kabar Kompas
Ukuran 3 kolom x 200 mm
Biaya per mm adalah Rp 62.000,- (tarif iklan tahun 2008),
Maka biaya yang harus kita keluarkan adalah Rp 37.200.000,-.
Jika oplah surat kabar adalah 600.000 dengan rata-rata 1 surat kabar
dibaca 5 orang maka total pembaca adalah 3.000.000
Maka biaya untuk menjangkau 1 orang adalah ;  Rp 37.200.000 : 3.000.000 = Rp 12.4,-
Bandingkan dengan jika kita harus mencetak brosur sendiri serta biaya
mengedarkannya untuk menjangkau jumlah yang sama. Tentunya bisanya akan terasa membengkak sangat mahal.

Nilai ekonomis iklan ini sangat tergantung pada daya jangkau media yang digunakan serta karakteristik khalayak sasarannya.

Ada kalanya seorang pemasang iklan harus memilih untuk memasang iklan di surat kabar atau majalah yang oplahnya kecil dan total biaya yang lebih mahal, namun dapat menjangkau pasar potensial yang lebih optimal.

0 komen:

Poskan Komentar

Yuk tulis komen yuk... hwhwhw